Merdeka.com - Pemberlakuan
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 bakal menjadi ujian ketangguhan
pengusaha muda Indonesia. Jika tak mampu bersaing di pasar bebas
tersebut, bisa dipastikan pengusaha muda Indonesia hanya bisa menjadi
penonton di negeri sendiri.
"Seluruh kuenya akan dinikmati oleh pengusaha regional, baik dari
Thailand, Malaysia, Fillipina, maupun Singapura," ucap Ketua Umum
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Raja Okto Saptahari, di
Jakarta, Senin (17/2).
Menurutnya, MEA memiliki dua sisi mata uang. Di satu sisi menjanjikan peluang, di sisi lain menyimpan ancaman.
"Menjadi peluang, ketika kita dapat melihat MEA 2015 sebagai pintu
untuk melakukan ekspansi usaha kita. Namun akan menjadi ancaman jika
kita tidak mampu memanfaatkannya," tegasnya.
Dia menambahkan, kunci untuk menghadapi MEA 2015 adalah meningkatkan
daya saing, strategi, dan kemampuan berbisnis. Campur tangan pemerintah
juga dibutuhkan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan politik