Oleh: Ruben Tepmul (Pemuda Distrik Okbi)
Membangun suatu daerah tidak terlepas dari peran serta pemuda-pemudi dalam menggerakkan roda pembangunan. Untuk itu, pada kesempatan ini saya mewakili teman-teman pemuda-pemudi dan masyarakat Okbi ingin mengungkap beberapa fakta-fakta di Distrik Okbi. Realita hidup ini menjadi catatan penting untuk diperhatikan dan dilakukan langkah-langkah kongkrit oleh pihak-pihak yang berwajib. Berikut adalah fakta-faktanya:
Pemerintahan Distrik
Fakta pertama, Pada tanggal 25 Agustus 2010 pelantikan kepala distrik Okbi tepatnya di lapangan sepak bola Distrik Okbi. Usai pelantikan kepala distrik tersebut ia pernah berjanji bahwa “ selama saya menjabat sebagai Kepala Distrik Okbi, masyarakat tidak akan makan ubi (Boneng), saya akan datangkan beras raskin setiap minggu/bulan. Tetapi kenyataannya sampai sekarang janjinya belum ditepati. Fakta kedua, sejak dilantiknya kepala distrik tersebut dana insentif dan ULP tidak lancar sehingga sehingga pegawai sudah tidak beta lagi bekerja di kantor distrik. Fakta ketiga, tanpa sepengetahuan staf distrik, kepala distrik memindahkan tempat tugas stafnya ke tempat lain. Kami berharap pihak berwajib segera mengevaluasi kinerja Kepala Distrik Okbi.
Politik
a. Pada saat kampanye Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang periode 2011-2015, tanggal 5 Oktober 2010 tepatnya di lapangan sepak bola Distrik Okbi, Drs. Welington L Wenda M.Si pernah berjanji bahwa“ kalau saya dipilih lagi menjadi Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang, saya tidak membangun dari kabupaten ke distrik tetapi saya akan membangun dari distrik ke kabupaten. Berdasarkan konsep ini, saya akan bangun jalan raya dari distrik Okbi ke Oksibil“. Sudah mau memasuki tahun 2012 belum ada tanda-tanda konkrit yang kami lihat. Untuk itu, kami masyarakat Disrik Okbi menunggu bukti dan bukan kata-kata politik belaka.
b. Kami perlu mengungkapkan fakta yang sejujurnya bahwa setiap kampanye politik di Distrik Okbi, banyak janji-janji manis yang keluar dari mulut politikus-politikus. Sejak hadirnya Kabupaten Pegunungan Bintang, peran DPRD belum terlihat dan tidak ada keterwakilan yang nyata. DPRD yang notabenenya perwakilan masyarakat tetapi mereka tidak memberikan kontribusi yang positif . Tempat tinggal dan fungsi tugas DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang tidak jelas. Dampaknya kami masyarakat Okbi tidak ada ruang untuk menyampaikan aspirasi.
Kesehatan
Keberadaan Kepala Puskemas Abmisibil patut dipertanyakan. Sejak ditugaskan sampai sekarang Kepala Puskesmas tersebut masyarakat tidak tahu di mana tempat tinggal dan tempat tugasnya. Tidak ada komunikasi yang baik dengan stafnya membuat banyak kendala yang mereka hadapi salah satunya adalah keterlambatan pemberian hak-hak stafnya. Lebih ironisnya, banyak fasilitas kesehatan belum terpenuhi. Sebenarnya fasilitas seperti obat-obatan dan perlengkapan lainnya sudah disiapkan di Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Bintang tetapi hanya ulah kepala puskesmas yang tidak urus untuk angkut ke puskesmas Abmisibil. Dampaknya, masyarakat tidak mendapat pelayanan kesehatan yang selayaknya.
Pendidikan
Kondisi pendidikan di Distrik Okbibab perlu saya gambarkan bahwa kendala yang selalu terjadi adalah kurangnya tenaga pengajar atau guru dan fasilitas pendidikan. Di SMA Okbi terdapat 21 guru tetapi yang berada di tempat hanya 4 orang guru sedangkan yang lainnya pergi dan menetap di Jayapura. Di SMP juga sama, banyak guru yang tidak berada di tempat tugas disamping itu kepemimpinan kepala sekolah yang tidak jelas, mengakibatkan guru-guru SMP meninggalkan tugas dan bersarang di Jayapura. Kami belum tahu siapa sebenarnya kepala sekolah SMP Okbibab?. Kami masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah-langkah konkrit untuk menyelesaikan persoalan ini. Dampak dari persoalan ini, siswa-siswa tidak mendapatkan pendidikan yang layak sehingga kualitas outputnya rendah. Kami berharap kepala dinas pendidikan segera mengevaluasi sekolah-sekolah di Distrik Okbi
Kerinduhan Masyarakat terhadap Putra daerah Okbi
Sudah banyak kaum intelektuel dari Distrik Okbi yang kerja di legislatif dan eksekutif di Kabupaten Pegunungan Bintang tetapi mereka belum pernah menginjaki kaki di tanah kelahirannya. Tahun demi tahun sudah terlewati menunggu kehadiran mereka di tengah-tengah kami untuk satukan pikiran dan melakukan suatu tindakan nyata demi pembangunan daerah namun sampai sekarang mereka belum pernah hadir di tengah-tengah kami dan memberikan suatu kontribusi positif. Kami belum tahu tempat tinggal mereka yang sebenarnya, apakah mereka di Oksibil? Jayapura? atau Jakarta?. Ada beberapa kaum intelektual asal Distrik Okbi yang pernah datang ke tanah kelahirannya tetapi hanya untuk kepentingan politik belaka, menjadikan kami sebagai objek politik untuk kepentingan perut-perut mereka yang tentunya setelah berhasil mereka berfoya-foya di kota tanpa memikirkan dan mempedulikan masyarakat.
Penulis adalah Pemuda Distrik Okbi
Kabupaten Pegunungan Bintang
Papua
Perkembangan ekonomi dunia semakin hari semain kian membumi sampai pelosok. indonesia bagian dari komunitas dunia perluh membenah diri. Pada 2015 mendatang, kesepakatan Masyakarat Ekonomi ASEAN atau pasar bebas ASEAN mulai berlaku. Jika ingin tetap bisa bersaing, Indonesia harus berbenah. Sebab, daya saing beberapa sektor industri utama kita masih kalah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Simak topik # Pasar Bebas ASEAN (MEA) untuk menyimak berita-berita seputar ini
berita
Source: http://www.amronbadriza.com/2012/07/cara-membuat-judul-blog-bergerak.html#ixzz2HGOAa7ZG
Kamis, 19 April 2012
MENTALITAS WIRAUSAHA ORANG PAPUA PEGUNUNGAN BINTANG ERA OTSUS
Oleh Fransiskus Kasipmabin
Suatu ketika Pace Yaklep menghubungi (melalui kontak person) kepada orang tuannya di kampong halaman, tepatnya daerah terpencil di pedalaman papua. Hubungan komunikasi via telpon pun mengalir, tawa, marah, sedih pun telah lalui, keheningan menghampah jagat kehidupan keluarga menjadi saksi bisu kehidupan. Kata orang tua terakhir berpesan kepada Yaklep bahwa “ Anak kuliah baik-baik dan cepat selesai lalu pulang kampong, kami orang tua mu sudah tua, kami berharap cepat selesai dan Tes pegawai negeri (pns) dan menjadi tuan bagi kami”.
Sebuah ilustrasi diatas mengantarkan para pembaca yang budiman untuk mengingatkan kembali atas kondisi perekonomian bangsa paska krisis ekonomi indonesia tahun 1997. Krisis ekonomi tahun 1997 yang menghantam hamper semu sector usaha di Indonesia menyebabkan semakin sempitnya lapangan pekerja yang tersedia. Akibatnya setiap tahun jumlah pekerja yang semakin meningkat. Hal ini diperparah dengan pola piker para lulusan perguruan tinggi yang oleh max Gunther disebut sanlaritis, yaitu yang bermental buruh atau selalu ingin menjadi pegawai baik pegawai negeri maupun swasta. Untuk mengatasi hal itu, maka pola piker yang suda tertanam kuat tersebut harusdiubah, yaitu dari orang gajian (menerima gaji) menjadi pemberi gajian (pemilik usaha).
Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Kasmir, SE,. M.M. di beberapa perguruan tinggi swasta (6 PT) di Jakarta bahwa 25 persen ingin membuka usaha (wirausaha) sendiri sedangkan 75 persen ingin menjadi sanlaritis. Responden yang diambil dari mahasiswanya dari tingkat bawah, menengah dan tingkat atas tersebut mewakili mahasiswa Indonesia dierah pada tahun 2005. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2005 tersebut mengambil kesimpulan bahwa para lulusan sarjana paskah krisis ekonomi tahun 1997 sampai tahun 2005 tidak ingin membuka usahaa karena membutuhkan kurangnya pengetahuan tentang berwirausahaa, mentalitas berwirausahaa, niat serta dukungan pemerintah belum ada, sehingga para sarjana yang baru lulusan dari perguruan tinggi tidak membuka lapangan pekerjaan. Setiap tahun setiap perguruan tinggi di Indonesia meluluskan 2000 sampai2500 sarjana. Pengangguran sarjana semakin meningkat, harga barang melambung tinggi adalah ketidakkonsistensinya Negara ini.
Mentalitas pada dasarnya merupakan keadaan aktifitas jiwa manusia cara berfikir dan kebiasaan. Dengan demikian mentalitas berkaitan dengan wirausaha, maka mentalitas pribadi manusia mempengaruhi hasil usaha yang dilakukan oleh manusia itu sendiri.
Wirausaha adalah orang yang menjalankan usaha atau perusahaan dengan kemungkinan untung atau rugi. Oleh karena itu wirausaha perlu memiliki kesiapan mental, baik untuk menghadapi keadaan merugi maupun untung besar. Sehingga seorang wirausaha harus mempunyai karakteristik khusus yang melekat pada diri seorang wirausaha seperti percaya diri, mempunyai banyak minat, bisa bersepakat, mempunyai ambisi, berjiwa penjelajah, suka mencoba sesuatu. Berikut ini adalah pengertian dan definisi wirausaha menurut beberapa ahli menurut (Joseph C. Schumpeter) Wirausaha adalah orang yang mampu menghancurkan keseimbangan pasar dan kemudian membentuk keseimbangan pasar yang baru dan mengambil keuntungan-keuntungan atas perubahan-perubahan tersebut, menurut (Raymond W.Y. Kao) Wirausaha adalah orang yang mampu menciptakan dan merancang suatu gagasan menjadi realita, menurut (Richard Cantillon) Wirausaha adalah seseorang yang mampu memindahkan atau mengkonversikan sumber-sumber daya ekonomis dari tingkat produktivitas rendah ketingkat produktivitas yang lebih tinggi,
Menurut (Schumpeter) Wirausaha merupakan inovator yang tidak selalu menjadi inventor (penemu), dan ( Syamsudin Suryana) Wirausaha adalah seseorang yang memiliki karakteristik percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, pengambil resiko yang wajar, kepemimpinan yang lugas, kreatif menghasilkan inovasi, serta berorientasi pada masa depan, menurut(Prawirokusumo) Wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide dan meramu sumber daya untuk menemukan sesuatu. Menurut hemat saya wiaruasaha merupakan sebuah usaha (baik bentuk fisik maupun nonfisik) dimana usaha tersebut dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain, disisi lain usaha tersebut bisa gagal karena berbagai sebab.
Papua dalam konteks sumber daya alam yang begitu berlimpah rua baik dumber daya air laut, sumber daya sungai, sumber daya tanah, sumber daya udara yang begitu mensejuhkan bumi papua. Orang papua sendiri memiliki etos kerja keras, untuk mendapatkan, menghasilkan sesuatu yang bermanfaatkan dirinya, keluarga, serta seluruh masyarakat disekitarnya. Sumber daya air laut memiliki berbagai macam sumber daya yang berlimpah di laut fasifik, selat bumi cenderawasih dan selat lainnya yang ada di wilayah papua maupun papua barat. Misalnya ikan, berbagai macam bunga dan sayuran yang tumbuh di dasar laut, kepiting, kura-kura dan berbagai jenis sumber daya lainnya. Sumber daya alam (di darat) seperti rotan, kayu besi, kayu putih dan lainnnya.
Kesiapan sumber daya manusia papua dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Ketika diberikan otonomi khusus, SDM papua suda dikatakan mengalami peningkatan diberbagai bidang. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi informasi yang semakin berkembang, tentunya merupakan motor dorongan bagi regerasi bangsa papua dan pemangku kepentingan pendidikan di provinsi papua maupun provinsi papua untuk membuka cakrawala berpikir, bekerja sama dengan pihak-pihak terkait terutama lembaga pendidikan di dalam maupun luar negeri guna mencerdaskan generasi papua. Menyiapkan SDM yang handal melaui jalur kerja sama, seperti yang dilakukan oleh beberapa kabupaten di provinsi papua maupun provinsi papua barat, seperti kabupaten pegunungan bintang bekerja sama dengan Universitas Snata Dharma Yogyakarta, Kabupaten sosrong selatan bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta, Kabupaten merauke setiap tahun mengirim anak-anak ke Surya Institut. Selain itu pemerintah daerah provinsi papua bekerja sama dengan atase pendidikan di perancis guna menyiapkan SDM Orang Asli Papua (Drs.Jhony Pelupessy kepala bidang pengembangan SDM Asli Papua, 31 agustus 2011), serta 200 anak berbakat krim ke luar negeri (DR. Zhakarias Giay, SKM, M.Kes.,MM) selaku kepala badan SDM Papua.
Setiap tahun beberapa Perguruan Tinggi di papua meluluskan ratusan sarjana sampai dengan ribuan sarja, baik sarjana ekonomi, sarja pemerintahan, sosiologi, eksata. Para lulusan sarjana masih saja mengalami kesulitan dalam membuka pekerjaan. Para lulusan perguruan tinggi di papua dalam kehidupan dan perkerjaannya terkesan tidak sesuai dengan harapan, kejangkalan dalam mengemban tugasnya. Terbukti setiap tahun kelulusan sarjana di bebrapa perguruan tinggi swasta maupun negeri di daerah papua, mereka tidak mau membuka usaha kecil-kecilan, tetapi mereka ingin menjadi Pegawai negeri sipil (PNS) kuli bangun pemerintah, kuli bangunan swasta, sehingga mereka tunggu pengangkatan PNS di daerah maupun provinsi. Hal ini menjadi perhatian serius oleh sejumlah pihak, terutama pengelola perguruan tinggi, orang tua sebagai basis pengembangan pengetahuan bagi anak, pemerintah sebagai pendorong anak untuk sekolah dan kuliah (biaya pendidikan). Sector penting yang harus diutamakan dalam membiayai pendidikan daerah, harus melihat kebutuhan daerah, apa yang dibutuhkan daerah maka, pemerintah harus konsisten mengirim anak dan membiayai kebutuhan kuliah sampai selesai dan ditempatkan pada lapangan pekerjaan yang disediakan.
Kemampuan orang papua terutama anak-anak muda papua yang berlatar belakang pendidikan sampai sekarang ini pun belum memiliki kemampuan dalam wirausaha, walaupun bergelar sarjana ekonomi tetapi kemudian pertannyaan yang muncul adalah sejauh mana kemampuan sarja ekonomi papua terutama sarjana ekonomi pegunungan bintang mampu mengaplikasikan ilmu dan pengetahuannya di dalam masyarakat dalam bentuk-bentuk nyata (konkrit)?. Sangat lucu dan konyol jika para sarjana ekonomi maupun sarjana yang lain pernah mendapatkan mata kuliah kewirausahaan di perguruan tinggi (TP), tetapi kemudian tidak mampu untuk diterapkan di lapangan, apa lagi di kabupaten-kabupaten baru alias kabupaten pemekaran di papua memberikan seluas-luasnya kepada orang asli papua untuk berwirausahaa, mengendalikan sector ekonomi, social, budaya, kesehatan dan lainnya. Tetapi itu semua sia-sia belaka, semua sarjana papua lari ke PNS, ingin menjadi politisi, ingin menjadi SV, PT dan lainnya yang suda disediakan oleh pemerintah republic ini.
Perluh ada pengkajian ilmiah atas indicator-indikator yang sering terjadi ini, tanpa ada perubahan di tinggkat masyarakat papua, terutama sarja sebagai pembaharu dan pendorong peradaban baru, tetapi kemudian persoaan tersebut dibiarkan dan berkembang dan akan menjamur menjadi kebiasaan bagi setiap insane orang papua, sehingga terjadi muncul orang papua bermental pecundang, bermental pemohon (proposal), atau orang papua bermental ketergantungan. Perlu berubah pola piker yang selama ini dibangun dari nenek moyang sampai pada sekarang ini, kemungkinan indicator ini terjadi karena orang papua belum mengalami dan merasakan atas bebrapa fase kehidupan karena orang papua dari masa tradisional langsung lewat ke masa teknologi iniformasi. Beberapa fase seperti masa penjajahan, masa industrialisasi, sehingga orang papua sekarang ini berada pada masa penjajahan, siapa saja para koloni itu? Pertanyaan ini perluh melihat kembali atas situasi sekarang ini, menurut hemat penulis adalah yang menjajah orang papua adalah pejabat papua itu sendiri (pejabat kaki tangan indonesia) dan pemerintah indosesia. Pejabat papua menjajah orang papua karena kita tau bersama bahwa uang rakyat (masyarakat) disedot oleh pejabat papua dan pemerintah Indonesia. Bantuan-bantuan luar negeri melalui lembaga internasional seperti IMF, WHO dan lainnya dapat disedot dan dimasukan oleh perut bermental makan ini.
Orang papua sendiri juga mempunyai sosialis yang lebih tinggi. Pandangan sosialis sudah terbangun dari nenekmoyang sampai sekarang, dengan demikian karena bermental sosialis maka orang muda papua sekrang ini tidak bekerja keras, ingin bermental pemohon. Dengan demikian saya mengulas beberapa parah ahli sosialis untuk membantu dalam membangun pola piker sosialis orang papua yang selama ini diterapkan. Berikut pandangan para ahli sosialis dunia, laude-Henri de Saint-Simon, Sang Bapak Sosialisme dunia. Menurutnya sentralisasi perencanaan sistem ekonomi pemerintah adalah hal yang harus di utamakan. Masyarakat industri akan menjadi baik apabila diorganisaikan secara baik. Dan pemerintah harus memiliki peran penting di dalamnya. Peran sentral para kapitalis sebaiknya dibatasi oleh wewenang pemerintah dalam perekonomian.
F.M. Charles Fourier, kaum borjuis yang olehnya adalah orang-orang cacat sosial. Demi kepentingan mereka sendiri, kaum buruh ditindas. Hal ini yang olehnya disebut sebagai sebuah pertentangan kelas terselubung, dan bila dibiarkaan maka harmoni masyarakat akan rusak. Untuk menyelesaikan hal ini, ia menganjurkan akan sebuah reorganisasi masyarakat Reorganisasi masyarakat ini dapat dilakukan dengan memisahkan kelompok-kelompok politik dan ekonomi. Opsi kedua yang ia tawarkan adalah dengan memberikan individu-individu kebebasan memilih pekerjaan. Meskipun nampak memberikan jalan keluar namun ide-idenya ini hanya dianggap sebagai sebuah ide utopian yang tidak bisa diwujudkan.
Louis Blanc satu dari orang-orang sosialis yang benar-benar ingin mengangkat kaum buruh. Kaum buruh olehnya harus menjadi prioritas pemerintah dalam menentukan kebijakan. Dan bentuk konkrit dari prioritas itu adalah dengan menyediakan kapital-kapital bagi kaum buruh. Setelah kapital-kapital itu disediakan maka kaum buruh diberi wewenang untuk mengelola pabrik-pabrik yang ada. Ide inipun bernasib sama dengan gagasan Fourier, di tolak dan dibuang jauh di dalam cerobong pabrik kapitalisme. Namun di balik itu, ada hal lain yang menyebabkan ide ini di tolak, merugikan politisi dan ekonom.
Karl Marx. Ide dasar yang membawanya pada sentralisasi murni sistem perekonomian adalah individualisme. Satu paham yang ditentangnya ini dianggap sebagai agen yang membuat masyarakat terkotak-kotak dalam kelas-kelas (Klassengesellschaft) sosial. Kelas-kelas sosial inilah yang olehnya ingin dihilangkan. Kelas sosial ini akan menimbulkan ketimpangan dalam masyarakat, kaum buruh akan semakin tertekan dengan kelas sosialnya. Sebaliknya kaum borjuis akan semakin berjaya. Maka untuk menghilangkan hal itu maka sistem perekonomia harus disentralisasi dengan memusatkan perekonomian itu pada pemerintah. Dengan sistem yang baru ini maka pemerataan akan dapat dilakukan, tidak ada lagi kepemilikan pribadi, yang ada hanya milik bersama secara kolektif. The Communist Manifesto adalah salah satu karya monumental Marx yang melukiskan keradikalanya sebagai seorang sosialis.
Dalam perkembangannya, kaum sosialis tumbuh menjadi aliran yang lebih radikal. Ajaran yang digunakan kaum ini lebih berorientasi pada tujuan yang hendak dicapai, yaitu membentuk masyarakat sosialis dunia. Seringkali upaya-upaya yang mereka lakukan keluar jauh dari mainstream paham sosialis. Anarkisme, pembantaian dan bahkan mengorbankan bagian dari golongan mereka sendiri, semua itu sah-sah saja. Paham sosialis radikal ini berasal dari ajaran-ajaran Bakunin (1814-1876). Ajaran ini menemukan bentuknya yang paling mengerikan, ketika Rusia menjadi pusat sosialis dunia, era Lenin. Di sini militerisme menjadi alat sosialisme untuk melakukan segala tindak tanduknya. Paradigma masyarakat dunia pun berubah. Sebuah bayangan ketakutan akan muncul apabila nama sosialisme disebut. Sosialisme tidak lagi peduli dengan buruh-buruh di pabrik-pabrik para kapitalis, atau memikirkan bagaimana kesenjangan ekonomi dapat segera di atasi, tapi ia menjadi sibuk dengan urusan para elit-elit penguasa yang haus kekuasaan dan kekayaan (kapitalisme, sosialisme, dan system ekonomi Indonesia/puetra bumi).
Sosialis orang papua yang selam ini dikembangakan oleh para orang tua dari dulu, pejabat sekarang sampai pada anak-anak juga menjadi kebiasaan adalah sosialis bermental pecundang, pemohon, peminta. Paham sosialis ini akan menjadi cambuk bagi sesame karena memberikan suap tanpa ada usaha yang dilakukan untuk makan sendiri.
Suatu ketika Pace Yaklep menghubungi (melalui kontak person) kepada orang tuannya di kampong halaman, tepatnya daerah terpencil di pedalaman papua. Hubungan komunikasi via telpon pun mengalir, tawa, marah, sedih pun telah lalui, keheningan menghampah jagat kehidupan keluarga menjadi saksi bisu kehidupan. Kata orang tua terakhir berpesan kepada Yaklep bahwa “ Anak kuliah baik-baik dan cepat selesai lalu pulang kampong, kami orang tua mu sudah tua, kami berharap cepat selesai dan Tes pegawai negeri (pns) dan menjadi tuan bagi kami”.
Sebuah ilustrasi diatas mengantarkan para pembaca yang budiman untuk mengingatkan kembali atas kondisi perekonomian bangsa paska krisis ekonomi indonesia tahun 1997. Krisis ekonomi tahun 1997 yang menghantam hamper semu sector usaha di Indonesia menyebabkan semakin sempitnya lapangan pekerja yang tersedia. Akibatnya setiap tahun jumlah pekerja yang semakin meningkat. Hal ini diperparah dengan pola piker para lulusan perguruan tinggi yang oleh max Gunther disebut sanlaritis, yaitu yang bermental buruh atau selalu ingin menjadi pegawai baik pegawai negeri maupun swasta. Untuk mengatasi hal itu, maka pola piker yang suda tertanam kuat tersebut harusdiubah, yaitu dari orang gajian (menerima gaji) menjadi pemberi gajian (pemilik usaha).
Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Kasmir, SE,. M.M. di beberapa perguruan tinggi swasta (6 PT) di Jakarta bahwa 25 persen ingin membuka usaha (wirausaha) sendiri sedangkan 75 persen ingin menjadi sanlaritis. Responden yang diambil dari mahasiswanya dari tingkat bawah, menengah dan tingkat atas tersebut mewakili mahasiswa Indonesia dierah pada tahun 2005. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2005 tersebut mengambil kesimpulan bahwa para lulusan sarjana paskah krisis ekonomi tahun 1997 sampai tahun 2005 tidak ingin membuka usahaa karena membutuhkan kurangnya pengetahuan tentang berwirausahaa, mentalitas berwirausahaa, niat serta dukungan pemerintah belum ada, sehingga para sarjana yang baru lulusan dari perguruan tinggi tidak membuka lapangan pekerjaan. Setiap tahun setiap perguruan tinggi di Indonesia meluluskan 2000 sampai2500 sarjana. Pengangguran sarjana semakin meningkat, harga barang melambung tinggi adalah ketidakkonsistensinya Negara ini.
Mentalitas pada dasarnya merupakan keadaan aktifitas jiwa manusia cara berfikir dan kebiasaan. Dengan demikian mentalitas berkaitan dengan wirausaha, maka mentalitas pribadi manusia mempengaruhi hasil usaha yang dilakukan oleh manusia itu sendiri.
Wirausaha adalah orang yang menjalankan usaha atau perusahaan dengan kemungkinan untung atau rugi. Oleh karena itu wirausaha perlu memiliki kesiapan mental, baik untuk menghadapi keadaan merugi maupun untung besar. Sehingga seorang wirausaha harus mempunyai karakteristik khusus yang melekat pada diri seorang wirausaha seperti percaya diri, mempunyai banyak minat, bisa bersepakat, mempunyai ambisi, berjiwa penjelajah, suka mencoba sesuatu. Berikut ini adalah pengertian dan definisi wirausaha menurut beberapa ahli menurut (Joseph C. Schumpeter) Wirausaha adalah orang yang mampu menghancurkan keseimbangan pasar dan kemudian membentuk keseimbangan pasar yang baru dan mengambil keuntungan-keuntungan atas perubahan-perubahan tersebut, menurut (Raymond W.Y. Kao) Wirausaha adalah orang yang mampu menciptakan dan merancang suatu gagasan menjadi realita, menurut (Richard Cantillon) Wirausaha adalah seseorang yang mampu memindahkan atau mengkonversikan sumber-sumber daya ekonomis dari tingkat produktivitas rendah ketingkat produktivitas yang lebih tinggi,
Menurut (Schumpeter) Wirausaha merupakan inovator yang tidak selalu menjadi inventor (penemu), dan ( Syamsudin Suryana) Wirausaha adalah seseorang yang memiliki karakteristik percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, pengambil resiko yang wajar, kepemimpinan yang lugas, kreatif menghasilkan inovasi, serta berorientasi pada masa depan, menurut(Prawirokusumo) Wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide dan meramu sumber daya untuk menemukan sesuatu. Menurut hemat saya wiaruasaha merupakan sebuah usaha (baik bentuk fisik maupun nonfisik) dimana usaha tersebut dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain, disisi lain usaha tersebut bisa gagal karena berbagai sebab.
Papua dalam konteks sumber daya alam yang begitu berlimpah rua baik dumber daya air laut, sumber daya sungai, sumber daya tanah, sumber daya udara yang begitu mensejuhkan bumi papua. Orang papua sendiri memiliki etos kerja keras, untuk mendapatkan, menghasilkan sesuatu yang bermanfaatkan dirinya, keluarga, serta seluruh masyarakat disekitarnya. Sumber daya air laut memiliki berbagai macam sumber daya yang berlimpah di laut fasifik, selat bumi cenderawasih dan selat lainnya yang ada di wilayah papua maupun papua barat. Misalnya ikan, berbagai macam bunga dan sayuran yang tumbuh di dasar laut, kepiting, kura-kura dan berbagai jenis sumber daya lainnya. Sumber daya alam (di darat) seperti rotan, kayu besi, kayu putih dan lainnnya.
Kesiapan sumber daya manusia papua dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Ketika diberikan otonomi khusus, SDM papua suda dikatakan mengalami peningkatan diberbagai bidang. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi informasi yang semakin berkembang, tentunya merupakan motor dorongan bagi regerasi bangsa papua dan pemangku kepentingan pendidikan di provinsi papua maupun provinsi papua untuk membuka cakrawala berpikir, bekerja sama dengan pihak-pihak terkait terutama lembaga pendidikan di dalam maupun luar negeri guna mencerdaskan generasi papua. Menyiapkan SDM yang handal melaui jalur kerja sama, seperti yang dilakukan oleh beberapa kabupaten di provinsi papua maupun provinsi papua barat, seperti kabupaten pegunungan bintang bekerja sama dengan Universitas Snata Dharma Yogyakarta, Kabupaten sosrong selatan bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta, Kabupaten merauke setiap tahun mengirim anak-anak ke Surya Institut. Selain itu pemerintah daerah provinsi papua bekerja sama dengan atase pendidikan di perancis guna menyiapkan SDM Orang Asli Papua (Drs.Jhony Pelupessy kepala bidang pengembangan SDM Asli Papua, 31 agustus 2011), serta 200 anak berbakat krim ke luar negeri (DR. Zhakarias Giay, SKM, M.Kes.,MM) selaku kepala badan SDM Papua.
Setiap tahun beberapa Perguruan Tinggi di papua meluluskan ratusan sarjana sampai dengan ribuan sarja, baik sarjana ekonomi, sarja pemerintahan, sosiologi, eksata. Para lulusan sarjana masih saja mengalami kesulitan dalam membuka pekerjaan. Para lulusan perguruan tinggi di papua dalam kehidupan dan perkerjaannya terkesan tidak sesuai dengan harapan, kejangkalan dalam mengemban tugasnya. Terbukti setiap tahun kelulusan sarjana di bebrapa perguruan tinggi swasta maupun negeri di daerah papua, mereka tidak mau membuka usaha kecil-kecilan, tetapi mereka ingin menjadi Pegawai negeri sipil (PNS) kuli bangun pemerintah, kuli bangunan swasta, sehingga mereka tunggu pengangkatan PNS di daerah maupun provinsi. Hal ini menjadi perhatian serius oleh sejumlah pihak, terutama pengelola perguruan tinggi, orang tua sebagai basis pengembangan pengetahuan bagi anak, pemerintah sebagai pendorong anak untuk sekolah dan kuliah (biaya pendidikan). Sector penting yang harus diutamakan dalam membiayai pendidikan daerah, harus melihat kebutuhan daerah, apa yang dibutuhkan daerah maka, pemerintah harus konsisten mengirim anak dan membiayai kebutuhan kuliah sampai selesai dan ditempatkan pada lapangan pekerjaan yang disediakan.
Kemampuan orang papua terutama anak-anak muda papua yang berlatar belakang pendidikan sampai sekarang ini pun belum memiliki kemampuan dalam wirausaha, walaupun bergelar sarjana ekonomi tetapi kemudian pertannyaan yang muncul adalah sejauh mana kemampuan sarja ekonomi papua terutama sarjana ekonomi pegunungan bintang mampu mengaplikasikan ilmu dan pengetahuannya di dalam masyarakat dalam bentuk-bentuk nyata (konkrit)?. Sangat lucu dan konyol jika para sarjana ekonomi maupun sarjana yang lain pernah mendapatkan mata kuliah kewirausahaan di perguruan tinggi (TP), tetapi kemudian tidak mampu untuk diterapkan di lapangan, apa lagi di kabupaten-kabupaten baru alias kabupaten pemekaran di papua memberikan seluas-luasnya kepada orang asli papua untuk berwirausahaa, mengendalikan sector ekonomi, social, budaya, kesehatan dan lainnya. Tetapi itu semua sia-sia belaka, semua sarjana papua lari ke PNS, ingin menjadi politisi, ingin menjadi SV, PT dan lainnya yang suda disediakan oleh pemerintah republic ini.
Perluh ada pengkajian ilmiah atas indicator-indikator yang sering terjadi ini, tanpa ada perubahan di tinggkat masyarakat papua, terutama sarja sebagai pembaharu dan pendorong peradaban baru, tetapi kemudian persoaan tersebut dibiarkan dan berkembang dan akan menjamur menjadi kebiasaan bagi setiap insane orang papua, sehingga terjadi muncul orang papua bermental pecundang, bermental pemohon (proposal), atau orang papua bermental ketergantungan. Perlu berubah pola piker yang selama ini dibangun dari nenek moyang sampai pada sekarang ini, kemungkinan indicator ini terjadi karena orang papua belum mengalami dan merasakan atas bebrapa fase kehidupan karena orang papua dari masa tradisional langsung lewat ke masa teknologi iniformasi. Beberapa fase seperti masa penjajahan, masa industrialisasi, sehingga orang papua sekarang ini berada pada masa penjajahan, siapa saja para koloni itu? Pertanyaan ini perluh melihat kembali atas situasi sekarang ini, menurut hemat penulis adalah yang menjajah orang papua adalah pejabat papua itu sendiri (pejabat kaki tangan indonesia) dan pemerintah indosesia. Pejabat papua menjajah orang papua karena kita tau bersama bahwa uang rakyat (masyarakat) disedot oleh pejabat papua dan pemerintah Indonesia. Bantuan-bantuan luar negeri melalui lembaga internasional seperti IMF, WHO dan lainnya dapat disedot dan dimasukan oleh perut bermental makan ini.
Orang papua sendiri juga mempunyai sosialis yang lebih tinggi. Pandangan sosialis sudah terbangun dari nenekmoyang sampai sekarang, dengan demikian karena bermental sosialis maka orang muda papua sekrang ini tidak bekerja keras, ingin bermental pemohon. Dengan demikian saya mengulas beberapa parah ahli sosialis untuk membantu dalam membangun pola piker sosialis orang papua yang selama ini diterapkan. Berikut pandangan para ahli sosialis dunia, laude-Henri de Saint-Simon, Sang Bapak Sosialisme dunia. Menurutnya sentralisasi perencanaan sistem ekonomi pemerintah adalah hal yang harus di utamakan. Masyarakat industri akan menjadi baik apabila diorganisaikan secara baik. Dan pemerintah harus memiliki peran penting di dalamnya. Peran sentral para kapitalis sebaiknya dibatasi oleh wewenang pemerintah dalam perekonomian.
F.M. Charles Fourier, kaum borjuis yang olehnya adalah orang-orang cacat sosial. Demi kepentingan mereka sendiri, kaum buruh ditindas. Hal ini yang olehnya disebut sebagai sebuah pertentangan kelas terselubung, dan bila dibiarkaan maka harmoni masyarakat akan rusak. Untuk menyelesaikan hal ini, ia menganjurkan akan sebuah reorganisasi masyarakat Reorganisasi masyarakat ini dapat dilakukan dengan memisahkan kelompok-kelompok politik dan ekonomi. Opsi kedua yang ia tawarkan adalah dengan memberikan individu-individu kebebasan memilih pekerjaan. Meskipun nampak memberikan jalan keluar namun ide-idenya ini hanya dianggap sebagai sebuah ide utopian yang tidak bisa diwujudkan.
Louis Blanc satu dari orang-orang sosialis yang benar-benar ingin mengangkat kaum buruh. Kaum buruh olehnya harus menjadi prioritas pemerintah dalam menentukan kebijakan. Dan bentuk konkrit dari prioritas itu adalah dengan menyediakan kapital-kapital bagi kaum buruh. Setelah kapital-kapital itu disediakan maka kaum buruh diberi wewenang untuk mengelola pabrik-pabrik yang ada. Ide inipun bernasib sama dengan gagasan Fourier, di tolak dan dibuang jauh di dalam cerobong pabrik kapitalisme. Namun di balik itu, ada hal lain yang menyebabkan ide ini di tolak, merugikan politisi dan ekonom.
Karl Marx. Ide dasar yang membawanya pada sentralisasi murni sistem perekonomian adalah individualisme. Satu paham yang ditentangnya ini dianggap sebagai agen yang membuat masyarakat terkotak-kotak dalam kelas-kelas (Klassengesellschaft) sosial. Kelas-kelas sosial inilah yang olehnya ingin dihilangkan. Kelas sosial ini akan menimbulkan ketimpangan dalam masyarakat, kaum buruh akan semakin tertekan dengan kelas sosialnya. Sebaliknya kaum borjuis akan semakin berjaya. Maka untuk menghilangkan hal itu maka sistem perekonomia harus disentralisasi dengan memusatkan perekonomian itu pada pemerintah. Dengan sistem yang baru ini maka pemerataan akan dapat dilakukan, tidak ada lagi kepemilikan pribadi, yang ada hanya milik bersama secara kolektif. The Communist Manifesto adalah salah satu karya monumental Marx yang melukiskan keradikalanya sebagai seorang sosialis.
Dalam perkembangannya, kaum sosialis tumbuh menjadi aliran yang lebih radikal. Ajaran yang digunakan kaum ini lebih berorientasi pada tujuan yang hendak dicapai, yaitu membentuk masyarakat sosialis dunia. Seringkali upaya-upaya yang mereka lakukan keluar jauh dari mainstream paham sosialis. Anarkisme, pembantaian dan bahkan mengorbankan bagian dari golongan mereka sendiri, semua itu sah-sah saja. Paham sosialis radikal ini berasal dari ajaran-ajaran Bakunin (1814-1876). Ajaran ini menemukan bentuknya yang paling mengerikan, ketika Rusia menjadi pusat sosialis dunia, era Lenin. Di sini militerisme menjadi alat sosialisme untuk melakukan segala tindak tanduknya. Paradigma masyarakat dunia pun berubah. Sebuah bayangan ketakutan akan muncul apabila nama sosialisme disebut. Sosialisme tidak lagi peduli dengan buruh-buruh di pabrik-pabrik para kapitalis, atau memikirkan bagaimana kesenjangan ekonomi dapat segera di atasi, tapi ia menjadi sibuk dengan urusan para elit-elit penguasa yang haus kekuasaan dan kekayaan (kapitalisme, sosialisme, dan system ekonomi Indonesia/puetra bumi).
Sosialis orang papua yang selam ini dikembangakan oleh para orang tua dari dulu, pejabat sekarang sampai pada anak-anak juga menjadi kebiasaan adalah sosialis bermental pecundang, pemohon, peminta. Paham sosialis ini akan menjadi cambuk bagi sesame karena memberikan suap tanpa ada usaha yang dilakukan untuk makan sendiri.
Rabu, 11 April 2012
NASIB RAKYAT DIABAIKAN OLEH WAKIL RAKRAT
Judul film: Wakil Rakyat
Oleh: Tim KOMAPO NEWS
Yogyakarta, KOMNEWS- Pada hari itu (23-09/2011) menyelang malam skitar pukul 17.00 sebuah kos putra yang berukuran 2x5 meter yang ditempati oleh beberapa anak kos (ANKOS) di belakang kampus satu Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, dipenuhi oleh orang. Mereka adalah terpanggil untuk menyelamatkan masyarakat dari penindasan, ketidakadilan, penyalagunaan kekuasaan, penyalagunaan wewenang dan masih banyak lagi yang harus dilaksanakan atau diberantaskan oleh regenerasi muda sekarang ini terutama korupsi yang tidak henti-hentinya berkembang subur bahkan sampai Negara Indonesia mendapatkan rangking ke empat tingkat Asia Tenggara, kemungkinan akan menjadi juara pertama atau ke dua nantinya. Sangat ironis jika Indonesia mendapatkan rangking ke-empat dalam hal korupsi. Hal ini patut di soroti oleh masyrakat sebagai kaum awam dan mahasiswa sebagai kaum intelektual kepada pemerintahaan Peresiden SBY. Disanalah satu sisi lemahnya tingkat kepercayaan masyrakat terhadap kepemimpinan SBY. Penanganan kasus korupsi sangat lemah sehingga terjadi banyak kasus di tanah air tercinta Indonesia.
Hari semakin sore, mata hari pelan-pelan tenggelam di ufuk barat kota Yogyakarta. Bunyi motor semakin menjadi-jadi hingga tenggelam dalam keheningan, aktifitas kuliah berakhir keramaian kampus pun pulih kembali di antara gedung-gedung kampus megah. Sekelompok orang berdatangan di kos putra di belakang kampus tersebut. Kini mereka menantikan pemilik kos untuk ijin kepada ketua RT setempat dalam rangka nonton bersama seluruh Anggota KOMAPONEWS. Nonton dan diskusi bersama tentang film yang berjudul “Wakil Rakyat” tersebut merupakan program rutinitas mingguan yang diprogramkan oleh BPH KOMAPO NEWS periode 2011/2013. Lampu kos matikan bunyi musik dan cahaya pantulan slaeit video di dinding telah menerangi ruangan tersebut. Sekitar 15-an orang di dalam ruangan tersebut hanyut dalam keheningan, dibawa sorak sorai para wakil rakyat. Tawa, sedih, rasa tidak enak, bercampur keganasan menyelimuti di antara peserta yang mengadakan nonton bersama. Suara-suara menyelma menjadi suara kenabihan atau surah roh yang adalah untuk membebaskan masyarakat dari kebohongan para wakil rakyat baik itu legislative, eksekutif, maupun pemimpin-pemimpin LSM yang notabene dengan penindasan hak-hak dasar warga masyarakat sebagai makluk sosial yang bebas untuk menyuarakan, bergerak bebas, mengemukakan pendapat, menuntut hak hakiki mereka. Sebuah film yang mengisahkan betapa hebatnya wakil rakyat di negeri ini yang tidak mempunyai hati yang mendalam untuk bangsa. Dengan demikian beberapa pertanyaan yang menjadi pedoman atau peta untuk mengupas isi film yaitu bagaimana nasip rakyat? Yang ke dua adalah apa yang dilakukan wakil rakyat? Pertanyaan mendasar ini menjadi pijakan diskusi anggota KOMAPO NEWS. Berikut hasil diskusi anggota KOMAPO NEWS yang kami liput.
Film ini menggambarkan bagaimana nasip rakyat di bawah kepemimpinan para wakil rakyat baik dari pusat sampai dengan daerah-daerah di seluruh Indonesia. Pada saat kampanye, dengan percaya diri mereka menyampaikan semu hal yang akan dilakukan di hadapan masyarakat. Bahkan berjanji akan melakukan perubahan di depan masyarakatnya. Tidak hanya itu, mereka pun memberikan berbagai sokongan seperti uang dan berbagai jenis makanan. Dengan tujuan mencari perhatian masyarakat supaya pada saat pemilihan nantinya masyarkat dapat memilihnya menjadi anggota dewan.
Jika kita mempelajari orang Amerika, mereka akan menjadi pemimpin dengan syarat dia harus kaya dahulu baru mencalonkan diri menjadi wakil rakyat. Tetapi bagi kita di Negara ini tidak demikian. para wakil rakyat di negara kita ini mencalonkan diri karena dia ingin kaya. Hal ini menandakan bahwa tidak ada motivasi untuk membagun tetapi hanya mau memanfaatkan keadaan untuk menjadi kaya. Tujuan setiap orang tentu saja ingin membangun, ingin daerahnya maju sama seperti di daerah- daerah atau Negara lain. Namun kenyataannya tidak demikian hanya 20% saja yang bisa dikatakan sudah terlaksana atau dirasakan oleh masyarakat, tetapi 80% belum terlaksana.
Tidak semua wakil rakyat bekerja dengan sepenuh hati. Banyak wakil rakyat menyampaikan rencana berapi-api mereka pada saat kampanye namun kenyataannya tidak. Secara kasar kinerja para wakikl rakyat kita hanya berfoya-foya tidak pernah memikirkan rakyatnya. Di Indonesia baik dari pusat maupun daerah- daerah berlombah- lombah menjadi wakil rakyat pada akhirnya menjadi musuh padahal sebelumnya adalah teman. Kenyataanya sebagian besar orang hanya memikirkan diri sendiri tanpa mengingat janji mereka saat melakukan kampanye. Strategi yang digunakan untuk menarik perhatian orang adalah dengan menyokong masyarakat dengan memberikan uang atau makanan supaya masyarakat memberikan suara kepadanya. Menjadi pemimpin tidak mudah, namun sebagian besar orang di negara ini tidak memiliki modal kepemimpinan namun karena sesuatu hal membuat dia untuk menjadi pemimpin. Seorang pemimpin memerlukan kepercayaan diri, motivasi untuk bekerja jujur, pengetahuan, pengalaman, mampu berkomunikasi. Para pemimpin bekerja tidak dengan hati namun hanya memamnfaatkan masyarakat dan bukan untuk membangun masyarakat.
Bagaimana situasi politik di negara kita ini? Di dalam dunia politik tentu saja tidak berjalan sehat. Di mana- mana di seluruh Indonesia tidak sedikit masyarakat yang menjadi korban politik. Setiap orang yang mencalonkan diri menjadi presiden, gubernur, bupati, dan anggota dewan tentu mempunyai pendukungnya masing-masing. Ini tentu akan membentuk kelompok –kelompok masing-masing dan akan menjadi musuh pada akhirnya masyarkakat akan saling bentrok bahkan saling mebunuh. Tidak hanya masyarkat tetapi para calon pemimpin pun akan menjadi musuh padahal sebelumnya adalah teman. Bahkan suami istri pun menjadi lawan politik pada akhirnya akan bercerai. Sangat lucu para wakil rakyat di negeri ini, seperti film yang berjudul “Lucunya di Negeri ini”
Untuk menjadi wakil rakyat tidak segampang yang dipikirkan oleh sebagian orang menjadi wakil tentu mengorbankan segalanya yang ia miliki. Uang bisa membuat orang buta akan segala-galanya bahkan bisa kehilangan atau membunuh karakter sesorang. Wakil rakyat hanya memiliki budaya konsumeristis (ingin memilki sesuatu yang dimiliki oleh orang lain/gengsi). Proses untuk menjadi pemimpin sangat penting. Politikus mempunyai visi dan misi yang jelas dan terarah dan pada aplikasinya tepat pada sasaran jika tidak demikian maka impiannya pun tak akan terwujud. Pemimpin mempunyai mimpi untuk mewujudkan sesuatu yang diimpikan.
Menjadi seorang anggota dewan terbuka buat siapa saja. Namun demikian kita mesti mengetahui salah satu kata atau istilah ekonomi yang mengatakan bahwa jika seseorang ingin memiliki atau membeli sesuatu namun tidak mampu atau tidak punya uang maka sia-sialah keinginannya itu. Ini menandakan bahwa kita berkeinginan menjadi anggota dewan kita harus mengukur sejauh mana kemampuan saya terlebih dahulu sebelum mencalonkan diri menjadi wakil rakyat. Jika tidak demikian maka selama menjadi anggota dewan tidak akan pernah menanggapi aspirasi masyarakat bahkan kinerjanya tidak akan berjalan lancar. Seorang yang berhasil dalam pembangunan adalah orang yang memiliki mimpi atau program kerja yang jelas, tanpa impian semuanya tak ada artinya atau membohongi diri sendiri.
Semoga menjadi catatan penting buat para pembaca. Diliput oleh: (Akkis dan Fra
Oleh: Tim KOMAPO NEWS
Yogyakarta, KOMNEWS- Pada hari itu (23-09/2011) menyelang malam skitar pukul 17.00 sebuah kos putra yang berukuran 2x5 meter yang ditempati oleh beberapa anak kos (ANKOS) di belakang kampus satu Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, dipenuhi oleh orang. Mereka adalah terpanggil untuk menyelamatkan masyarakat dari penindasan, ketidakadilan, penyalagunaan kekuasaan, penyalagunaan wewenang dan masih banyak lagi yang harus dilaksanakan atau diberantaskan oleh regenerasi muda sekarang ini terutama korupsi yang tidak henti-hentinya berkembang subur bahkan sampai Negara Indonesia mendapatkan rangking ke empat tingkat Asia Tenggara, kemungkinan akan menjadi juara pertama atau ke dua nantinya. Sangat ironis jika Indonesia mendapatkan rangking ke-empat dalam hal korupsi. Hal ini patut di soroti oleh masyrakat sebagai kaum awam dan mahasiswa sebagai kaum intelektual kepada pemerintahaan Peresiden SBY. Disanalah satu sisi lemahnya tingkat kepercayaan masyrakat terhadap kepemimpinan SBY. Penanganan kasus korupsi sangat lemah sehingga terjadi banyak kasus di tanah air tercinta Indonesia.
Hari semakin sore, mata hari pelan-pelan tenggelam di ufuk barat kota Yogyakarta. Bunyi motor semakin menjadi-jadi hingga tenggelam dalam keheningan, aktifitas kuliah berakhir keramaian kampus pun pulih kembali di antara gedung-gedung kampus megah. Sekelompok orang berdatangan di kos putra di belakang kampus tersebut. Kini mereka menantikan pemilik kos untuk ijin kepada ketua RT setempat dalam rangka nonton bersama seluruh Anggota KOMAPONEWS. Nonton dan diskusi bersama tentang film yang berjudul “Wakil Rakyat” tersebut merupakan program rutinitas mingguan yang diprogramkan oleh BPH KOMAPO NEWS periode 2011/2013. Lampu kos matikan bunyi musik dan cahaya pantulan slaeit video di dinding telah menerangi ruangan tersebut. Sekitar 15-an orang di dalam ruangan tersebut hanyut dalam keheningan, dibawa sorak sorai para wakil rakyat. Tawa, sedih, rasa tidak enak, bercampur keganasan menyelimuti di antara peserta yang mengadakan nonton bersama. Suara-suara menyelma menjadi suara kenabihan atau surah roh yang adalah untuk membebaskan masyarakat dari kebohongan para wakil rakyat baik itu legislative, eksekutif, maupun pemimpin-pemimpin LSM yang notabene dengan penindasan hak-hak dasar warga masyarakat sebagai makluk sosial yang bebas untuk menyuarakan, bergerak bebas, mengemukakan pendapat, menuntut hak hakiki mereka. Sebuah film yang mengisahkan betapa hebatnya wakil rakyat di negeri ini yang tidak mempunyai hati yang mendalam untuk bangsa. Dengan demikian beberapa pertanyaan yang menjadi pedoman atau peta untuk mengupas isi film yaitu bagaimana nasip rakyat? Yang ke dua adalah apa yang dilakukan wakil rakyat? Pertanyaan mendasar ini menjadi pijakan diskusi anggota KOMAPO NEWS. Berikut hasil diskusi anggota KOMAPO NEWS yang kami liput.
Film ini menggambarkan bagaimana nasip rakyat di bawah kepemimpinan para wakil rakyat baik dari pusat sampai dengan daerah-daerah di seluruh Indonesia. Pada saat kampanye, dengan percaya diri mereka menyampaikan semu hal yang akan dilakukan di hadapan masyarakat. Bahkan berjanji akan melakukan perubahan di depan masyarakatnya. Tidak hanya itu, mereka pun memberikan berbagai sokongan seperti uang dan berbagai jenis makanan. Dengan tujuan mencari perhatian masyarakat supaya pada saat pemilihan nantinya masyarkat dapat memilihnya menjadi anggota dewan.
Jika kita mempelajari orang Amerika, mereka akan menjadi pemimpin dengan syarat dia harus kaya dahulu baru mencalonkan diri menjadi wakil rakyat. Tetapi bagi kita di Negara ini tidak demikian. para wakil rakyat di negara kita ini mencalonkan diri karena dia ingin kaya. Hal ini menandakan bahwa tidak ada motivasi untuk membagun tetapi hanya mau memanfaatkan keadaan untuk menjadi kaya. Tujuan setiap orang tentu saja ingin membangun, ingin daerahnya maju sama seperti di daerah- daerah atau Negara lain. Namun kenyataannya tidak demikian hanya 20% saja yang bisa dikatakan sudah terlaksana atau dirasakan oleh masyarakat, tetapi 80% belum terlaksana.
Tidak semua wakil rakyat bekerja dengan sepenuh hati. Banyak wakil rakyat menyampaikan rencana berapi-api mereka pada saat kampanye namun kenyataannya tidak. Secara kasar kinerja para wakikl rakyat kita hanya berfoya-foya tidak pernah memikirkan rakyatnya. Di Indonesia baik dari pusat maupun daerah- daerah berlombah- lombah menjadi wakil rakyat pada akhirnya menjadi musuh padahal sebelumnya adalah teman. Kenyataanya sebagian besar orang hanya memikirkan diri sendiri tanpa mengingat janji mereka saat melakukan kampanye. Strategi yang digunakan untuk menarik perhatian orang adalah dengan menyokong masyarakat dengan memberikan uang atau makanan supaya masyarakat memberikan suara kepadanya. Menjadi pemimpin tidak mudah, namun sebagian besar orang di negara ini tidak memiliki modal kepemimpinan namun karena sesuatu hal membuat dia untuk menjadi pemimpin. Seorang pemimpin memerlukan kepercayaan diri, motivasi untuk bekerja jujur, pengetahuan, pengalaman, mampu berkomunikasi. Para pemimpin bekerja tidak dengan hati namun hanya memamnfaatkan masyarakat dan bukan untuk membangun masyarakat.
Bagaimana situasi politik di negara kita ini? Di dalam dunia politik tentu saja tidak berjalan sehat. Di mana- mana di seluruh Indonesia tidak sedikit masyarakat yang menjadi korban politik. Setiap orang yang mencalonkan diri menjadi presiden, gubernur, bupati, dan anggota dewan tentu mempunyai pendukungnya masing-masing. Ini tentu akan membentuk kelompok –kelompok masing-masing dan akan menjadi musuh pada akhirnya masyarkakat akan saling bentrok bahkan saling mebunuh. Tidak hanya masyarkat tetapi para calon pemimpin pun akan menjadi musuh padahal sebelumnya adalah teman. Bahkan suami istri pun menjadi lawan politik pada akhirnya akan bercerai. Sangat lucu para wakil rakyat di negeri ini, seperti film yang berjudul “Lucunya di Negeri ini”
Untuk menjadi wakil rakyat tidak segampang yang dipikirkan oleh sebagian orang menjadi wakil tentu mengorbankan segalanya yang ia miliki. Uang bisa membuat orang buta akan segala-galanya bahkan bisa kehilangan atau membunuh karakter sesorang. Wakil rakyat hanya memiliki budaya konsumeristis (ingin memilki sesuatu yang dimiliki oleh orang lain/gengsi). Proses untuk menjadi pemimpin sangat penting. Politikus mempunyai visi dan misi yang jelas dan terarah dan pada aplikasinya tepat pada sasaran jika tidak demikian maka impiannya pun tak akan terwujud. Pemimpin mempunyai mimpi untuk mewujudkan sesuatu yang diimpikan.
Menjadi seorang anggota dewan terbuka buat siapa saja. Namun demikian kita mesti mengetahui salah satu kata atau istilah ekonomi yang mengatakan bahwa jika seseorang ingin memiliki atau membeli sesuatu namun tidak mampu atau tidak punya uang maka sia-sialah keinginannya itu. Ini menandakan bahwa kita berkeinginan menjadi anggota dewan kita harus mengukur sejauh mana kemampuan saya terlebih dahulu sebelum mencalonkan diri menjadi wakil rakyat. Jika tidak demikian maka selama menjadi anggota dewan tidak akan pernah menanggapi aspirasi masyarakat bahkan kinerjanya tidak akan berjalan lancar. Seorang yang berhasil dalam pembangunan adalah orang yang memiliki mimpi atau program kerja yang jelas, tanpa impian semuanya tak ada artinya atau membohongi diri sendiri.
Semoga menjadi catatan penting buat para pembaca. Diliput oleh: (Akkis dan Fra
NASIB RAKYAT DIABAIKAN OLEH WAKIL RAKRAT
Judul film: Wakil Rakyat
Oleh: Tim KOMAPO NEWS
Yogyakarta, KOMNEWS- Pada hari itu (23-09/2011) menyelang malam skitar pukul 17.00 sebuah kos putra yang berukuran 2x5 meter yang ditempati oleh beberapa anak kos (ANKOS) di belakang kampus satu Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, dipenuhi oleh orang. Mereka adalah terpanggil untuk menyelamatkan masyarakat dari penindasan, ketidakadilan, penyalagunaan kekuasaan, penyalagunaan wewenang dan masih banyak lagi yang harus dilaksanakan atau diberantaskan oleh regenerasi muda sekarang ini terutama korupsi yang tidak henti-hentinya berkembang subur bahkan sampai Negara Indonesia mendapatkan rangking ke empat tingkat Asia Tenggara, kemungkinan akan menjadi juara pertama atau ke dua nantinya. Sangat ironis jika Indonesia mendapatkan rangking ke-empat dalam hal korupsi. Hal ini patut di soroti oleh masyrakat sebagai kaum awam dan mahasiswa sebagai kaum intelektual kepada pemerintahaan Peresiden SBY. Disanalah satu sisi lemahnya tingkat kepercayaan masyrakat terhadap kepemimpinan SBY. Penanganan kasus korupsi sangat lemah sehingga terjadi banyak kasus di tanah air tercinta Indonesia.
Hari semakin sore, mata hari pelan-pelan tenggelam di ufuk barat kota Yogyakarta. Bunyi motor semakin menjadi-jadi hingga tenggelam dalam keheningan, aktifitas kuliah berakhir keramaian kampus pun pulih kembali di antara gedung-gedung kampus megah. Sekelompok orang berdatangan di kos putra di belakang kampus tersebut. Kini mereka menantikan pemilik kos untuk ijin kepada ketua RT setempat dalam rangka nonton bersama seluruh Anggota KOMAPONEWS. Nonton dan diskusi bersama tentang film yang berjudul “Wakil Rakyat” tersebut merupakan program rutinitas mingguan yang diprogramkan oleh BPH KOMAPO NEWS periode 2011/2013. Lampu kos matikan bunyi musik dan cahaya pantulan slaeit video di dinding telah menerangi ruangan tersebut. Sekitar 15-an orang di dalam ruangan tersebut hanyut dalam keheningan, dibawa sorak sorai para wakil rakyat. Tawa, sedih, rasa tidak enak, bercampur keganasan menyelimuti di antara peserta yang mengadakan nonton bersama. Suara-suara menyelma menjadi suara kenabihan atau surah roh yang adalah untuk membebaskan masyarakat dari kebohongan para wakil rakyat baik itu legislative, eksekutif, maupun pemimpin-pemimpin LSM yang notabene dengan penindasan hak-hak dasar warga masyarakat sebagai makluk sosial yang bebas untuk menyuarakan, bergerak bebas, mengemukakan pendapat, menuntut hak hakiki mereka. Sebuah film yang mengisahkan betapa hebatnya wakil rakyat di negeri ini yang tidak mempunyai hati yang mendalam untuk bangsa. Dengan demikian beberapa pertanyaan yang menjadi pedoman atau peta untuk mengupas isi film yaitu bagaimana nasip rakyat? Yang ke dua adalah apa yang dilakukan wakil rakyat? Pertanyaan mendasar ini menjadi pijakan diskusi anggota KOMAPO NEWS. Berikut hasil diskusi anggota KOMAPO NEWS yang kami liput.
Film ini menggambarkan bagaimana nasip rakyat di bawah kepemimpinan para wakil rakyat baik dari pusat sampai dengan daerah-daerah di seluruh Indonesia. Pada saat kampanye, dengan percaya diri mereka menyampaikan semu hal yang akan dilakukan di hadapan masyarakat. Bahkan berjanji akan melakukan perubahan di depan masyarakatnya. Tidak hanya itu, mereka pun memberikan berbagai sokongan seperti uang dan berbagai jenis makanan. Dengan tujuan mencari perhatian masyarakat supaya pada saat pemilihan nantinya masyarkat dapat memilihnya menjadi anggota dewan.
Jika kita mempelajari orang Amerika, mereka akan menjadi pemimpin dengan syarat dia harus kaya dahulu baru mencalonkan diri menjadi wakil rakyat. Tetapi bagi kita di Negara ini tidak demikian. para wakil rakyat di negara kita ini mencalonkan diri karena dia ingin kaya. Hal ini menandakan bahwa tidak ada motivasi untuk membagun tetapi hanya mau memanfaatkan keadaan untuk menjadi kaya. Tujuan setiap orang tentu saja ingin membangun, ingin daerahnya maju sama seperti di daerah- daerah atau Negara lain. Namun kenyataannya tidak demikian hanya 20% saja yang bisa dikatakan sudah terlaksana atau dirasakan oleh masyarakat, tetapi 80% belum terlaksana.
Tidak semua wakil rakyat bekerja dengan sepenuh hati. Banyak wakil rakyat menyampaikan rencana berapi-api mereka pada saat kampanye namun kenyataannya tidak. Secara kasar kinerja para wakikl rakyat kita hanya berfoya-foya tidak pernah memikirkan rakyatnya. Di Indonesia baik dari pusat maupun daerah- daerah berlombah- lombah menjadi wakil rakyat pada akhirnya menjadi musuh padahal sebelumnya adalah teman. Kenyataanya sebagian besar orang hanya memikirkan diri sendiri tanpa mengingat janji mereka saat melakukan kampanye. Strategi yang digunakan untuk menarik perhatian orang adalah dengan menyokong masyarakat dengan memberikan uang atau makanan supaya masyarakat memberikan suara kepadanya. Menjadi pemimpin tidak mudah, namun sebagian besar orang di negara ini tidak memiliki modal kepemimpinan namun karena sesuatu hal membuat dia untuk menjadi pemimpin. Seorang pemimpin memerlukan kepercayaan diri, motivasi untuk bekerja jujur, pengetahuan, pengalaman, mampu berkomunikasi. Para pemimpin bekerja tidak dengan hati namun hanya memamnfaatkan masyarakat dan bukan untuk membangun masyarakat.
Bagaimana situasi politik di negara kita ini? Di dalam dunia politik tentu saja tidak berjalan sehat. Di mana- mana di seluruh Indonesia tidak sedikit masyarakat yang menjadi korban politik. Setiap orang yang mencalonkan diri menjadi presiden, gubernur, bupati, dan anggota dewan tentu mempunyai pendukungnya masing-masing. Ini tentu akan membentuk kelompok –kelompok masing-masing dan akan menjadi musuh pada akhirnya masyarkakat akan saling bentrok bahkan saling mebunuh. Tidak hanya masyarkat tetapi para calon pemimpin pun akan menjadi musuh padahal sebelumnya adalah teman. Bahkan suami istri pun menjadi lawan politik pada akhirnya akan bercerai. Sangat lucu para wakil rakyat di negeri ini, seperti film yang berjudul “Lucunya di Negeri ini”
Untuk menjadi wakil rakyat tidak segampang yang dipikirkan oleh sebagian orang menjadi wakil tentu mengorbankan segalanya yang ia miliki. Uang bisa membuat orang buta akan segala-galanya bahkan bisa kehilangan atau membunuh karakter sesorang. Wakil rakyat hanya memiliki budaya konsumeristis (ingin memilki sesuatu yang dimiliki oleh orang lain/gengsi). Proses untuk menjadi pemimpin sangat penting. Politikus mempunyai visi dan misi yang jelas dan terarah dan pada aplikasinya tepat pada sasaran jika tidak demikian maka impiannya pun tak akan terwujud. Pemimpin mempunyai mimpi untuk mewujudkan sesuatu yang diimpikan.
Menjadi seorang anggota dewan terbuka buat siapa saja. Namun demikian kita mesti mengetahui salah satu kata atau istilah ekonomi yang mengatakan bahwa jika seseorang ingin memiliki atau membeli sesuatu namun tidak mampu atau tidak punya uang maka sia-sialah keinginannya itu. Ini menandakan bahwa kita berkeinginan menjadi anggota dewan kita harus mengukur sejauh mana kemampuan saya terlebih dahulu sebelum mencalonkan diri menjadi wakil rakyat. Jika tidak demikian maka selama menjadi anggota dewan tidak akan pernah menanggapi aspirasi masyarakat bahkan kinerjanya tidak akan berjalan lancar. Seorang yang berhasil dalam pembangunan adalah orang yang memiliki mimpi atau program kerja yang jelas, tanpa impian semuanya tak ada artinya atau membohongi diri sendiri.
Semoga menjadi catatan penting buat para pembaca. Diliput oleh: (Akkis dan Fra
Oleh: Tim KOMAPO NEWS
Yogyakarta, KOMNEWS- Pada hari itu (23-09/2011) menyelang malam skitar pukul 17.00 sebuah kos putra yang berukuran 2x5 meter yang ditempati oleh beberapa anak kos (ANKOS) di belakang kampus satu Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, dipenuhi oleh orang. Mereka adalah terpanggil untuk menyelamatkan masyarakat dari penindasan, ketidakadilan, penyalagunaan kekuasaan, penyalagunaan wewenang dan masih banyak lagi yang harus dilaksanakan atau diberantaskan oleh regenerasi muda sekarang ini terutama korupsi yang tidak henti-hentinya berkembang subur bahkan sampai Negara Indonesia mendapatkan rangking ke empat tingkat Asia Tenggara, kemungkinan akan menjadi juara pertama atau ke dua nantinya. Sangat ironis jika Indonesia mendapatkan rangking ke-empat dalam hal korupsi. Hal ini patut di soroti oleh masyrakat sebagai kaum awam dan mahasiswa sebagai kaum intelektual kepada pemerintahaan Peresiden SBY. Disanalah satu sisi lemahnya tingkat kepercayaan masyrakat terhadap kepemimpinan SBY. Penanganan kasus korupsi sangat lemah sehingga terjadi banyak kasus di tanah air tercinta Indonesia.
Hari semakin sore, mata hari pelan-pelan tenggelam di ufuk barat kota Yogyakarta. Bunyi motor semakin menjadi-jadi hingga tenggelam dalam keheningan, aktifitas kuliah berakhir keramaian kampus pun pulih kembali di antara gedung-gedung kampus megah. Sekelompok orang berdatangan di kos putra di belakang kampus tersebut. Kini mereka menantikan pemilik kos untuk ijin kepada ketua RT setempat dalam rangka nonton bersama seluruh Anggota KOMAPONEWS. Nonton dan diskusi bersama tentang film yang berjudul “Wakil Rakyat” tersebut merupakan program rutinitas mingguan yang diprogramkan oleh BPH KOMAPO NEWS periode 2011/2013. Lampu kos matikan bunyi musik dan cahaya pantulan slaeit video di dinding telah menerangi ruangan tersebut. Sekitar 15-an orang di dalam ruangan tersebut hanyut dalam keheningan, dibawa sorak sorai para wakil rakyat. Tawa, sedih, rasa tidak enak, bercampur keganasan menyelimuti di antara peserta yang mengadakan nonton bersama. Suara-suara menyelma menjadi suara kenabihan atau surah roh yang adalah untuk membebaskan masyarakat dari kebohongan para wakil rakyat baik itu legislative, eksekutif, maupun pemimpin-pemimpin LSM yang notabene dengan penindasan hak-hak dasar warga masyarakat sebagai makluk sosial yang bebas untuk menyuarakan, bergerak bebas, mengemukakan pendapat, menuntut hak hakiki mereka. Sebuah film yang mengisahkan betapa hebatnya wakil rakyat di negeri ini yang tidak mempunyai hati yang mendalam untuk bangsa. Dengan demikian beberapa pertanyaan yang menjadi pedoman atau peta untuk mengupas isi film yaitu bagaimana nasip rakyat? Yang ke dua adalah apa yang dilakukan wakil rakyat? Pertanyaan mendasar ini menjadi pijakan diskusi anggota KOMAPO NEWS. Berikut hasil diskusi anggota KOMAPO NEWS yang kami liput.
Film ini menggambarkan bagaimana nasip rakyat di bawah kepemimpinan para wakil rakyat baik dari pusat sampai dengan daerah-daerah di seluruh Indonesia. Pada saat kampanye, dengan percaya diri mereka menyampaikan semu hal yang akan dilakukan di hadapan masyarakat. Bahkan berjanji akan melakukan perubahan di depan masyarakatnya. Tidak hanya itu, mereka pun memberikan berbagai sokongan seperti uang dan berbagai jenis makanan. Dengan tujuan mencari perhatian masyarakat supaya pada saat pemilihan nantinya masyarkat dapat memilihnya menjadi anggota dewan.
Jika kita mempelajari orang Amerika, mereka akan menjadi pemimpin dengan syarat dia harus kaya dahulu baru mencalonkan diri menjadi wakil rakyat. Tetapi bagi kita di Negara ini tidak demikian. para wakil rakyat di negara kita ini mencalonkan diri karena dia ingin kaya. Hal ini menandakan bahwa tidak ada motivasi untuk membagun tetapi hanya mau memanfaatkan keadaan untuk menjadi kaya. Tujuan setiap orang tentu saja ingin membangun, ingin daerahnya maju sama seperti di daerah- daerah atau Negara lain. Namun kenyataannya tidak demikian hanya 20% saja yang bisa dikatakan sudah terlaksana atau dirasakan oleh masyarakat, tetapi 80% belum terlaksana.
Tidak semua wakil rakyat bekerja dengan sepenuh hati. Banyak wakil rakyat menyampaikan rencana berapi-api mereka pada saat kampanye namun kenyataannya tidak. Secara kasar kinerja para wakikl rakyat kita hanya berfoya-foya tidak pernah memikirkan rakyatnya. Di Indonesia baik dari pusat maupun daerah- daerah berlombah- lombah menjadi wakil rakyat pada akhirnya menjadi musuh padahal sebelumnya adalah teman. Kenyataanya sebagian besar orang hanya memikirkan diri sendiri tanpa mengingat janji mereka saat melakukan kampanye. Strategi yang digunakan untuk menarik perhatian orang adalah dengan menyokong masyarakat dengan memberikan uang atau makanan supaya masyarakat memberikan suara kepadanya. Menjadi pemimpin tidak mudah, namun sebagian besar orang di negara ini tidak memiliki modal kepemimpinan namun karena sesuatu hal membuat dia untuk menjadi pemimpin. Seorang pemimpin memerlukan kepercayaan diri, motivasi untuk bekerja jujur, pengetahuan, pengalaman, mampu berkomunikasi. Para pemimpin bekerja tidak dengan hati namun hanya memamnfaatkan masyarakat dan bukan untuk membangun masyarakat.
Bagaimana situasi politik di negara kita ini? Di dalam dunia politik tentu saja tidak berjalan sehat. Di mana- mana di seluruh Indonesia tidak sedikit masyarakat yang menjadi korban politik. Setiap orang yang mencalonkan diri menjadi presiden, gubernur, bupati, dan anggota dewan tentu mempunyai pendukungnya masing-masing. Ini tentu akan membentuk kelompok –kelompok masing-masing dan akan menjadi musuh pada akhirnya masyarkakat akan saling bentrok bahkan saling mebunuh. Tidak hanya masyarkat tetapi para calon pemimpin pun akan menjadi musuh padahal sebelumnya adalah teman. Bahkan suami istri pun menjadi lawan politik pada akhirnya akan bercerai. Sangat lucu para wakil rakyat di negeri ini, seperti film yang berjudul “Lucunya di Negeri ini”
Untuk menjadi wakil rakyat tidak segampang yang dipikirkan oleh sebagian orang menjadi wakil tentu mengorbankan segalanya yang ia miliki. Uang bisa membuat orang buta akan segala-galanya bahkan bisa kehilangan atau membunuh karakter sesorang. Wakil rakyat hanya memiliki budaya konsumeristis (ingin memilki sesuatu yang dimiliki oleh orang lain/gengsi). Proses untuk menjadi pemimpin sangat penting. Politikus mempunyai visi dan misi yang jelas dan terarah dan pada aplikasinya tepat pada sasaran jika tidak demikian maka impiannya pun tak akan terwujud. Pemimpin mempunyai mimpi untuk mewujudkan sesuatu yang diimpikan.
Menjadi seorang anggota dewan terbuka buat siapa saja. Namun demikian kita mesti mengetahui salah satu kata atau istilah ekonomi yang mengatakan bahwa jika seseorang ingin memiliki atau membeli sesuatu namun tidak mampu atau tidak punya uang maka sia-sialah keinginannya itu. Ini menandakan bahwa kita berkeinginan menjadi anggota dewan kita harus mengukur sejauh mana kemampuan saya terlebih dahulu sebelum mencalonkan diri menjadi wakil rakyat. Jika tidak demikian maka selama menjadi anggota dewan tidak akan pernah menanggapi aspirasi masyarakat bahkan kinerjanya tidak akan berjalan lancar. Seorang yang berhasil dalam pembangunan adalah orang yang memiliki mimpi atau program kerja yang jelas, tanpa impian semuanya tak ada artinya atau membohongi diri sendiri.
Semoga menjadi catatan penting buat para pembaca. Diliput oleh: (Akkis dan Fra
BERJURNALIS SANG PEMBEBAS AKAR KETIDAKJUJURAN
JUDUL FILM: VERONIC GUERIN
Oleh Fransiskus Kasipmabin
Diskusi tentang jurnalis memang tidak habis-habisnya, ketika team KOMAPO NEWS menonton dan mendiskusikan tentang sebuah film kisah seorang perempuan wartawan Koran Independet Negara irlandia yang berjuang untuk membongkar akar selubungnya narkoba oleh pengusaha dan segaligus sebagai salah satu perdagangan yang notabene dengan politik. Mengapa dikatakan politik? Karena UU tentang narkoba, narkotika tidak ada di irlandia, yang mengedarkan nakoba para politikus, para penguasa, sehingga tidak Veronica Gurein, dididik untuk menjadi akuntan, namun dia melihat situasi di irlandia sangat tidak menentu karena dilanda narkoba, anak-anak di bawah umur memakai narkoba banyak orang menjadi korban. Situasi ini membuat veronica Gurein terjun kedalam jurnalis untuk meliput berita-berita narkoba. Kisa veronica selama wartawanmenjadi indpirasi bagi para wartawan dunia, bahkan seorang perempuan ini mengorbankan dirinya, ditembak oleh para geng narkoba, sehingga dia meninggal dunia meninggalkan anak dan suami selamanya.
Bukan lelucon atau cerita fiktip belaka tetapi, ini mengingatkan kemabli kepada para wartawan di dunia untuk berjunalis karena profesinya tetapi karena keterpanggilan menjadi seorang pembebas ketidakjujuran, ketidakadilan, membebaskan peraktek-peraktek yang tidak sesuai dengan mata public, kebijakan pemerintah yang tidak mengarah pada kepentingan umum, dan lainnya. Menengok kembali kepada para wartawan Indonesia bahwa banyak sekali peraktek-peraktek yang dilakukan oleh para wartawan lembaga-lembaga pers di Indonesia dengan mementingkan perusahaannya sedangkan apa yang seharusnya disampaikan mengesampingkan. Selain itu para wartawan Indonesia menerima ampelop. Berita yang ditulis tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Korporasi-korporasi pers di Indonesia keluar dari fungsinya, lembaga pers di Indonesia di kuasai oleh para politikus, sehingga arah gerak tidak jelas. Untuk menjadi seorang jurnalis memang sulit bagi semua orang, memang semua orang adalah wartawan, tetapi yang terpanggil menjadi seorang wartawan sejati tidak semua orang . Terpuruknya wartwan, menjadi kendala dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Nilai keprofesionalisme harus dihargai dengan penuh dan dapat dikerjakan sesuai dengan profesi yang dimilikinya.
Mengingatkan saya bahwa sebuah kisah atau pengalaman seorang wartawan Tabloit Jubi yang pernah dimuat di blok tabloid JUBI Papua alias jujur bicara orang papua bahwa pernah menerima ampelop dari seseorang pejabat papua. Bagaimana mungkin mau jujur bicara jika pada prinsipnya melakkan hal demikian? Aneh jika para wartawan Indonesia melakukan demikian? mungkin ini terjadi dari era diktator, reformasi sampai sekarang era demokrasi. Dengan demikian banyak persoalan yang belum tertuntaskan baik itu korupsi yang notabene dengan budaya Indonesia, pelanggaran HAM, penindasan minoritas dari kelompok mayoritas, penindasan pendidikan, kesehatan, bahkan sampai kekerasan dalam kelas-kelas sosial yang belum diangkat dan di publikasikan oleh seorang wartawan dan media yang ada di indoensia.
Industry media yang ada di Indonesia melihat dan menginformasikan masalah-masalah yang terjadi di Papua belum pernah dengan jujur, nyata, sesuai dengan fakta, menginformasikan kepada public melaui cenel-cenel atau televise Indonesia. Media local, media nasional, dan maupun internasional juga melakukan pembohongan public. Tidak sesuai dengan yang terjadi di lapangan. Aneh dan konyol jika media-media yang ada di Indonesia melakukan hal demikian? dikemanakan fungsi media itu? Kita tau bersama bahwa kejadian-kejadian yang terjadi di papua baik itu masalah kelas-kelas sosial, masalah kesukuan, korupsi, penindasasan dari politik,ekonomi, sosial, budaya tidak semuannya diinformasikan. Yang sudah disampaikan pun tidak sesuai dengan kenyataan. Penindasan dari media oleh kaum borjulis (penjajah) pemerintah Indonesia seketika bangsa Papua masuk ke NKRI. Hal ini menjadi tekanan psikologi bagi warga yang menjadi korban karena berita yang disampaikan tidak sesuai dengan yang dialaminya. Di daerah lain di Indonesia terutama Jawa dan Bali dengan sejujurnya menyampaikan informasi baik itu kejadian apa puan, sedangkan provinsi di luar jawa dan bali jarang menginformasikan. Masyarakat papua membutuhkan transpransi media dalam menginformasikan masalah-masalah sesuai dengan yang sebenarnya. Media merupakan salah satu alat komunikasi yang menginformasikan informasi yang menghubungkan dari orang, masyarakat tertentu kepada orang lain sehingga orang atau kelompok lain bisa diketahui. Dengan demikian bencana apapuan bisa diatasi oleh seluruh pihak yang terpanggil untuk membantu. Banyak terjadi penyeludupan manusia illegal ke luar negeri atau alias TKI yang adalah perut pemerintah Indonesia. Kektuatan pemerintah ada pada TKI dengan preefort Indonesia. Jika kedua lumbung pemerintah ini tidak berjalan normal maka, pemerintah indoesia ibarat hidup diatas tanpa bayang-bayang.
Ketidakseriusan industry media dalam meliput persolan bangsa akan menjadi sorotan mata public. Pemerintah mengintidasi industry media. Pemerintah melarang meliput aktifitas pemerintah yang notabene dengan kegiatan internal. Namun semua ini pemerintah melarang atau industry media yang tidak ingin meliput?
Oleh Fransiskus Kasipmabin
Diskusi tentang jurnalis memang tidak habis-habisnya, ketika team KOMAPO NEWS menonton dan mendiskusikan tentang sebuah film kisah seorang perempuan wartawan Koran Independet Negara irlandia yang berjuang untuk membongkar akar selubungnya narkoba oleh pengusaha dan segaligus sebagai salah satu perdagangan yang notabene dengan politik. Mengapa dikatakan politik? Karena UU tentang narkoba, narkotika tidak ada di irlandia, yang mengedarkan nakoba para politikus, para penguasa, sehingga tidak Veronica Gurein, dididik untuk menjadi akuntan, namun dia melihat situasi di irlandia sangat tidak menentu karena dilanda narkoba, anak-anak di bawah umur memakai narkoba banyak orang menjadi korban. Situasi ini membuat veronica Gurein terjun kedalam jurnalis untuk meliput berita-berita narkoba. Kisa veronica selama wartawanmenjadi indpirasi bagi para wartawan dunia, bahkan seorang perempuan ini mengorbankan dirinya, ditembak oleh para geng narkoba, sehingga dia meninggal dunia meninggalkan anak dan suami selamanya.
Bukan lelucon atau cerita fiktip belaka tetapi, ini mengingatkan kemabli kepada para wartawan di dunia untuk berjunalis karena profesinya tetapi karena keterpanggilan menjadi seorang pembebas ketidakjujuran, ketidakadilan, membebaskan peraktek-peraktek yang tidak sesuai dengan mata public, kebijakan pemerintah yang tidak mengarah pada kepentingan umum, dan lainnya. Menengok kembali kepada para wartawan Indonesia bahwa banyak sekali peraktek-peraktek yang dilakukan oleh para wartawan lembaga-lembaga pers di Indonesia dengan mementingkan perusahaannya sedangkan apa yang seharusnya disampaikan mengesampingkan. Selain itu para wartawan Indonesia menerima ampelop. Berita yang ditulis tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Korporasi-korporasi pers di Indonesia keluar dari fungsinya, lembaga pers di Indonesia di kuasai oleh para politikus, sehingga arah gerak tidak jelas. Untuk menjadi seorang jurnalis memang sulit bagi semua orang, memang semua orang adalah wartawan, tetapi yang terpanggil menjadi seorang wartawan sejati tidak semua orang . Terpuruknya wartwan, menjadi kendala dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Nilai keprofesionalisme harus dihargai dengan penuh dan dapat dikerjakan sesuai dengan profesi yang dimilikinya.
Mengingatkan saya bahwa sebuah kisah atau pengalaman seorang wartawan Tabloit Jubi yang pernah dimuat di blok tabloid JUBI Papua alias jujur bicara orang papua bahwa pernah menerima ampelop dari seseorang pejabat papua. Bagaimana mungkin mau jujur bicara jika pada prinsipnya melakkan hal demikian? Aneh jika para wartawan Indonesia melakukan demikian? mungkin ini terjadi dari era diktator, reformasi sampai sekarang era demokrasi. Dengan demikian banyak persoalan yang belum tertuntaskan baik itu korupsi yang notabene dengan budaya Indonesia, pelanggaran HAM, penindasan minoritas dari kelompok mayoritas, penindasan pendidikan, kesehatan, bahkan sampai kekerasan dalam kelas-kelas sosial yang belum diangkat dan di publikasikan oleh seorang wartawan dan media yang ada di indoensia.
Industry media yang ada di Indonesia melihat dan menginformasikan masalah-masalah yang terjadi di Papua belum pernah dengan jujur, nyata, sesuai dengan fakta, menginformasikan kepada public melaui cenel-cenel atau televise Indonesia. Media local, media nasional, dan maupun internasional juga melakukan pembohongan public. Tidak sesuai dengan yang terjadi di lapangan. Aneh dan konyol jika media-media yang ada di Indonesia melakukan hal demikian? dikemanakan fungsi media itu? Kita tau bersama bahwa kejadian-kejadian yang terjadi di papua baik itu masalah kelas-kelas sosial, masalah kesukuan, korupsi, penindasasan dari politik,ekonomi, sosial, budaya tidak semuannya diinformasikan. Yang sudah disampaikan pun tidak sesuai dengan kenyataan. Penindasan dari media oleh kaum borjulis (penjajah) pemerintah Indonesia seketika bangsa Papua masuk ke NKRI. Hal ini menjadi tekanan psikologi bagi warga yang menjadi korban karena berita yang disampaikan tidak sesuai dengan yang dialaminya. Di daerah lain di Indonesia terutama Jawa dan Bali dengan sejujurnya menyampaikan informasi baik itu kejadian apa puan, sedangkan provinsi di luar jawa dan bali jarang menginformasikan. Masyarakat papua membutuhkan transpransi media dalam menginformasikan masalah-masalah sesuai dengan yang sebenarnya. Media merupakan salah satu alat komunikasi yang menginformasikan informasi yang menghubungkan dari orang, masyarakat tertentu kepada orang lain sehingga orang atau kelompok lain bisa diketahui. Dengan demikian bencana apapuan bisa diatasi oleh seluruh pihak yang terpanggil untuk membantu. Banyak terjadi penyeludupan manusia illegal ke luar negeri atau alias TKI yang adalah perut pemerintah Indonesia. Kektuatan pemerintah ada pada TKI dengan preefort Indonesia. Jika kedua lumbung pemerintah ini tidak berjalan normal maka, pemerintah indoesia ibarat hidup diatas tanpa bayang-bayang.
Ketidakseriusan industry media dalam meliput persolan bangsa akan menjadi sorotan mata public. Pemerintah mengintidasi industry media. Pemerintah melarang meliput aktifitas pemerintah yang notabene dengan kegiatan internal. Namun semua ini pemerintah melarang atau industry media yang tidak ingin meliput?
Jumat, 05 November 2010
OTONOMI KUSUS: PASAR TRADISIONAL BELUM DIGARAP
Kemiskinan orang papua tidak datang sedirinya tetapi manusia papuala yang memintanya
Diberikannya otonomi khusus bagi setiap daerah membawa dapak positif mapun negative diberbagai aspek. Salah satu aspek fital yang harus dikelola secara baik oleh pemerintah daerah adalah dibidang ekonomi. Namun kenyataanya beberapa daerah otonomi di wilayah kesatuan republik Indonesia dinilai tidak membuat upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayahnya, malah berupaya menyedot hasil upaya dari aktifitas ekonomi itu sendiri.
Demikina hasil penelitian Neil McCulloch dari institute of Development Study (IDS) dari universitas Sussex, inggiris, bekerja sama dengan komite pemantauan pelaksanaan otonomi daerah (KPPOD) serta AusAID. Hasil penelitian yang berjudul tata kelola ekonomi daerah, investasi, dan pertumbuhan ekonomi daerah ini dipaparkan di Jakarta (kompas,jumat 29 oktober 2010). Lebih lanjud dijelaskan bahwa penelitian ini dilakukan di 266 kabupaten dan kota pada 16 provinsi dengan mengambil sampel 50 perusahan di setiap kabupaten dan kota. Sampel yang diambil dari perusahan kecil, menengah dan besar kemudian dikombinasikan denga data perekonomian pada tahun 2001 sampai 2008.
Hal ini terbukti bahwa kebijakan pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten di bidang ekonomi sangat disayangkan. Dengan demikian masyarakat setempat juga melarat. Memang dengan pertumbuhan ekonomi daerah sangat penting dalam tingkatan kesejahteraan rakyatnya. Maka melihat penelitain tersebut pemerintah daerah bisa mengambil langkah yang optimal untuk melakukan terobosan di bidang ekonomi kerakyatan yang bersumber pada kepentingan dan kemakmuran masyarakat. Tidak pada kepentingan korporat tertentu. Salah satu langka terpenting yang harus dibangun secepatnya adalah menciptakan terobosan di bidang pasar tradisional sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat pribumi.
Pengembangan dan kreatifitas adalah modal utama terselenggarakannya otonomi daerah. Dimana daerah memiliki peranan penting untuk mengambil kebijakan yang sesuai dengan kondisi dan lingkungan sekitarnya sehingga mampu menjadi sogok pengerak pemngembangan pembangunan di bidang ekonomi. Terutama mengerakan di bidang ekonomi mikro, agar masyarakat setempat bisa mengakses sejumlah hasil budidaya mereka. Masyarakat sangat dinanti-nantikan disediakannya sejumlah fasilitas yang layak baginya untuk bisa mengeksplour hasil usaha mereka. Ketika hasil usaha mereka dipanen, salah satu kendala untuk menjual adalah tempat jual (pasar). Ketidaktersediaan sejumlah fasilitas pasar (bangku,meja, lantai belum di aspal) ini sangat disayangkan bagi masyarakat setempat. Maka hak mereka untuk menjual hasil bumi mereka tidak tersalur untuk dipasarkan. Padahal untuk memenuhi kebutuhan pokok harus di penuhi oleh masyarakat stempat. Sehingga terjadi kelaparan diatas tanahnya sendiri.
Pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten sebaiknya bisa mempertimbangkan untuk pengadaan pasar tradisional. Ketika pemerintah daerah mendorong untuk segera dibangunkannya pasar tradisional, otomatis kebebasan dalam berbisnis local dapat hidup. Dimana disana mampu mengelola manajemen pasar local dengan baik. Dengan demikian masyarakat local mampu mentransformasikan dirinya di bidang bisnis. Dengan berbisnis masyarakat mampu memerdekakan diri dari kererbelakangan, penindasan korporasi-korporasi pemerintah dan maupun swasta, dan bisa menegetahui betapa hindanya berwirausaha. Berwirausaha dianggap momok bagi masyarakat local papua karena belum ada pendampingan secara menyeluruh. Selain pendampingan perluh ada seminar-seminar menyangkut berwirusaha bagi masyarakat sehingga mampu membangkitkan motifasi dan dorongan berwirausaha. Ketidaktauan berwirausaha bagi masyarakat local papua memang sangat disayangkan karena dasar berwirausaha belum terbentuk. Oleh sebab itu, pengusaha-pengusaha masyarakat asli papua kadang tersendat karena besik untuk berwirusaha belum dimiliki.
Pasar tradisonal merupakan pasar dimana seluruh barang atau jasa local maupun barang nasional dijual dalm konteks (model) tradisional. Bentuk bangunan, mapun tata cara penjualan dengan konteks daerah, dimana disana menjual berbagai jenis sayuran dan maupun umbi-umbian. Dimisalkan daerah pegunungan bintang memiliki berbagai bahan pangan local diantaranya om mutop (keladi bete), om menadu (keladi menado),boneng (ubi jalar/patatas),singkong, dan berbagai sayur-sayuran local yang mampu menambah gisi. Semua jenis bahan pangan ini bisa diakses dan dapat dikelola secara baik sehingga dapat memaksimalkan pengelolaannya secara ekonomis. Selain itu bisa dieksplour dan dikelola secara modern dengan bantuan mesin sehingga dapat mengkonsumsi oleh masyarakat dunia. Pasar ini dikhususkan bagi masyarakat local papua untuk bersinergi dalam berwirausaha dengan pasar modern sehingga disana mampu menumbuhkan benih-benih berwirausaha. Dengan berkembangnya korporasi-korporasi pemerintah dan maupun swasta di seluruh dunia yang mengakibatkan pasar local akan melarat. Maka pemerintah daerah sebagai pondasi kebijakan dapat melihat secara global dan bertindak secara positif, sehingga dapat mengakomodir seluruh karya dan hasil dapat disalurkan lebih khusus di pasar tradisional dan pasar modern.(Frans/co Administrator Website KOMAPO)
Diberikannya otonomi khusus bagi setiap daerah membawa dapak positif mapun negative diberbagai aspek. Salah satu aspek fital yang harus dikelola secara baik oleh pemerintah daerah adalah dibidang ekonomi. Namun kenyataanya beberapa daerah otonomi di wilayah kesatuan republik Indonesia dinilai tidak membuat upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayahnya, malah berupaya menyedot hasil upaya dari aktifitas ekonomi itu sendiri.
Demikina hasil penelitian Neil McCulloch dari institute of Development Study (IDS) dari universitas Sussex, inggiris, bekerja sama dengan komite pemantauan pelaksanaan otonomi daerah (KPPOD) serta AusAID. Hasil penelitian yang berjudul tata kelola ekonomi daerah, investasi, dan pertumbuhan ekonomi daerah ini dipaparkan di Jakarta (kompas,jumat 29 oktober 2010). Lebih lanjud dijelaskan bahwa penelitian ini dilakukan di 266 kabupaten dan kota pada 16 provinsi dengan mengambil sampel 50 perusahan di setiap kabupaten dan kota. Sampel yang diambil dari perusahan kecil, menengah dan besar kemudian dikombinasikan denga data perekonomian pada tahun 2001 sampai 2008.
Hal ini terbukti bahwa kebijakan pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten di bidang ekonomi sangat disayangkan. Dengan demikian masyarakat setempat juga melarat. Memang dengan pertumbuhan ekonomi daerah sangat penting dalam tingkatan kesejahteraan rakyatnya. Maka melihat penelitain tersebut pemerintah daerah bisa mengambil langkah yang optimal untuk melakukan terobosan di bidang ekonomi kerakyatan yang bersumber pada kepentingan dan kemakmuran masyarakat. Tidak pada kepentingan korporat tertentu. Salah satu langka terpenting yang harus dibangun secepatnya adalah menciptakan terobosan di bidang pasar tradisional sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat pribumi.
Pengembangan dan kreatifitas adalah modal utama terselenggarakannya otonomi daerah. Dimana daerah memiliki peranan penting untuk mengambil kebijakan yang sesuai dengan kondisi dan lingkungan sekitarnya sehingga mampu menjadi sogok pengerak pemngembangan pembangunan di bidang ekonomi. Terutama mengerakan di bidang ekonomi mikro, agar masyarakat setempat bisa mengakses sejumlah hasil budidaya mereka. Masyarakat sangat dinanti-nantikan disediakannya sejumlah fasilitas yang layak baginya untuk bisa mengeksplour hasil usaha mereka. Ketika hasil usaha mereka dipanen, salah satu kendala untuk menjual adalah tempat jual (pasar). Ketidaktersediaan sejumlah fasilitas pasar (bangku,meja, lantai belum di aspal) ini sangat disayangkan bagi masyarakat setempat. Maka hak mereka untuk menjual hasil bumi mereka tidak tersalur untuk dipasarkan. Padahal untuk memenuhi kebutuhan pokok harus di penuhi oleh masyarakat stempat. Sehingga terjadi kelaparan diatas tanahnya sendiri.
Pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten sebaiknya bisa mempertimbangkan untuk pengadaan pasar tradisional. Ketika pemerintah daerah mendorong untuk segera dibangunkannya pasar tradisional, otomatis kebebasan dalam berbisnis local dapat hidup. Dimana disana mampu mengelola manajemen pasar local dengan baik. Dengan demikian masyarakat local mampu mentransformasikan dirinya di bidang bisnis. Dengan berbisnis masyarakat mampu memerdekakan diri dari kererbelakangan, penindasan korporasi-korporasi pemerintah dan maupun swasta, dan bisa menegetahui betapa hindanya berwirausaha. Berwirausaha dianggap momok bagi masyarakat local papua karena belum ada pendampingan secara menyeluruh. Selain pendampingan perluh ada seminar-seminar menyangkut berwirusaha bagi masyarakat sehingga mampu membangkitkan motifasi dan dorongan berwirausaha. Ketidaktauan berwirausaha bagi masyarakat local papua memang sangat disayangkan karena dasar berwirausaha belum terbentuk. Oleh sebab itu, pengusaha-pengusaha masyarakat asli papua kadang tersendat karena besik untuk berwirusaha belum dimiliki.
Pasar tradisonal merupakan pasar dimana seluruh barang atau jasa local maupun barang nasional dijual dalm konteks (model) tradisional. Bentuk bangunan, mapun tata cara penjualan dengan konteks daerah, dimana disana menjual berbagai jenis sayuran dan maupun umbi-umbian. Dimisalkan daerah pegunungan bintang memiliki berbagai bahan pangan local diantaranya om mutop (keladi bete), om menadu (keladi menado),boneng (ubi jalar/patatas),singkong, dan berbagai sayur-sayuran local yang mampu menambah gisi. Semua jenis bahan pangan ini bisa diakses dan dapat dikelola secara baik sehingga dapat memaksimalkan pengelolaannya secara ekonomis. Selain itu bisa dieksplour dan dikelola secara modern dengan bantuan mesin sehingga dapat mengkonsumsi oleh masyarakat dunia. Pasar ini dikhususkan bagi masyarakat local papua untuk bersinergi dalam berwirausaha dengan pasar modern sehingga disana mampu menumbuhkan benih-benih berwirausaha. Dengan berkembangnya korporasi-korporasi pemerintah dan maupun swasta di seluruh dunia yang mengakibatkan pasar local akan melarat. Maka pemerintah daerah sebagai pondasi kebijakan dapat melihat secara global dan bertindak secara positif, sehingga dapat mengakomodir seluruh karya dan hasil dapat disalurkan lebih khusus di pasar tradisional dan pasar modern.(Frans/co Administrator Website KOMAPO)
OTONOMI SEKOLAH: PENDIDIKAN BERBASIS KBUDAYAAN BELUM TERWUJUD
Diberikannya otonomi daerah bagi provinsi Papua oleh pemerintah pusat,menjadi tanggungjawab penuh untuk menyusun rumah tangga daerah oleh pemerintah daerah setempat. Termasuk kebijakan otomi sekolah. Otonomi sekolah menjadi kebebasan yang seluas-luasnya bagi pengelola sekolah (keluarga sekolah) yang meliputi kepala sekolah, guru,siswa, masyarakat secara umum untuk membuat sesuatu yang bisa mendukung terciptanya proses belajar mengajar, dan lebih khusus bagaimana selayaknya dicita-citakan oleh bangsa indonesia. Dimana sekolah sebagai tanggungjawab penuh untuk menyusun segala sesuatu yang bisa mendukung dalam perkembangan sekolah ke depan. Dengan tidak melanggar aturan dan ketentuan yang ditetapkan dari pusat, karena setiap pergantian mentri pendidikan pasti ada perubahan kurikulum pendidikan dan perubahan UUD (aturan).
Maka sekolah sebagai basis belajar dari segala aspek mampu melakukan terobosan yang baik sesuai dengan perkembangan pendidikan dewasa ini. Sangat baik untuk dikembangkan dengan adanya kebebasan dalam mengelola manajemen sekolah. Kepala sekolah maupun guru mampu mengembangkan kemampuannya. Dengan kemampuannya yang dimiliki oleh seorang guru dalam mentransfer ilmu pengetahuan, sesuai dengan situasi dan kondisi perkembangan anak didik. Perkembangan pendidikan dunia dewasa ini menjadi kendala bagi setiap daerah. Dengan melihat pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi pemerintah pusat sebagai pengendali kebijakan (sentralisasi) memberikan kewenangan sepenuhnya kepada pemerintah daerah. Pemberian kewenangan (desentralisasi) menjadi kebebasan untuk membuat program pendidikan sekolah. Desentralisasi pendidikan di tingkat satuan pendidikan (sekolah) merupakan satu bentuk desentralisasi yang menuntut otonomi sekolah.
Dengan demikian saya mencoba mengutip beberapa poin penting mengenai otomi sekolah itu sendiri dari berbagai artikel yang dimuat oleh para ahli pendidikan. Beberapa urusan yang secara langsung dapat diserahkan kepada sekolah sebagai perwujudan dari otonomi sekolah adalah sebagai berikut: Pertama, menetapkan visi, misi, strategi, tujuan, logo, lagu, dan tata tertib sekolah. Urusan ini amat penting sebagai modal dasar yang harus dimiliki sekolah. Setiap sekolah seyogyanya telah dapat menyusun dan menetapkan sendiri visi, misi, strategi, tujuan, logo, lagu, dan tata tertib sekolah. Kedua, memiliki kewenangan dalam penerimaan siswa baru sesuai dengan ruang kelas yang tersedia, fasilitas yang ada, jumlah guru, dan tenaga administratif yang dimiliki. Berdasarkan sumber daya pendukung yang dimilikinya, sekolah secara bertanggung jawab harus dapat menentukan sendiri jumlah siswa yang akan diterima, syarat siswa yang akan diterima, dan persyaratan lain yang terkait. Sudah barang tentu, beberapa ketentuan yang ditetapkan oleh dinas pendidikan kabupaten/kota perlu mendapat kan pertimbangan secara bijak. Ketiga, menetapkan kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler yang akan diadakan dan dilaksanakan oleh sekolah. Dalam hal ini, dengan mempertimbangkan kepentingan daerah dan masa depan lulusannya, sekolah perlu diberikan kewenangan untuk melaksanakan kurikulum nasional dengan kemungkinan menambah atau mengurangi muatan kurikulum.
Keempat, pengadaan sarana dan prasarana pendidikan, termasuk buku pelajaran dapat diberikan kepada sekolah, dengan memperhatikan standar dan ketentuan yang ada. Misalnya, buku murid tidak seenaknya diganti setiap tahun oleh sekolah, atau buku murid yang akan dibeli oleh sekolah adalah yang telah lulus penilaian, dsb. Pemilihan dan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah dapat dilaksanakan oleh sekolah, dengan tetap mengacu kepada standar dan pedoman yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat atau Provinsi dan kabupaten/kota. Kelima, penghapusan barang dan jasa dapat dilaksanakan sendiri oleh sekolah, dengan mengikuti pedoman yang ditetapkan oleh Pemerintah, provinsi, dan kabupaten. Yang biasa terjadi justru, karena kewenangan penghapusan itu tidak jelas, barang dan jasa yang ada di sekolah justru tidak pernah dihapuskan, meskipun ternyata barang dan jasa itu sama sekali telah tidak berfungsi atau malah telah tidak ada barangnya. Keenam, proses pengajaran dan pembelajaran. Ini merupakan kewenangan profesional sejati yang dimiliki oleh lembaga pendidikan sekolah. Kepala sekolah dan guru secara bersama?sama merancang proses pengajaran dan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik dapat belajar dengan lancar dan berhasil. Proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan direkomendasikan sebagai model pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh sekolah.
Pedidikan Berbasis Kebudayaan
Pendidikan berbasis kebudayaan kini terkikis dan semakin terkikis. Pendidikan Negara Indonesi saat ini telah degaradasi (kirisis) nilai-nilai hakiki. Para pemikir pendidikan zaman dulu mengharapakan bangsa Indonesia memiliki integiritas dan moralitas yang mampu mengimbangi (menumbuhkan) kekuatan-kekuatan teknologi. Tetapi keinginan itu dihiraukan oleh pemerintah (menteri pendidikan) sekarang ini. Pendidikan merupakan proses yang mulia untuk menyempurnakan nalar dan budi manusia. Oleh karena itu, pendidikan nasional sekarang ini harus menerapkan pendidikan berbasis kebudayaan.
Melalui pendidikan berbasis kebudayaan, menciptakan pemikir-pemikir kritis yang berlandaskan atau menguasai ilmu pengetahuan dan nilai moral. Pendidikan saat ini terkadang melupakan nilai-nilai moralitas yang menjadi asas kekuatan. “Memang fungsi pendidikan untuk menciptakan orang-orang pintar, tetapi sebenarnya lebih baik lagi jika mampu menciptakan orang-orang yang memiliki krakter” kata Doed Joesoef menteri pendidikan dan kebudayaan republic Indonesia pada era orde baru dalam sarasehan pendidikan dengan bertajuk “konsep pendidikan Indonesia berdaskan budaya serta penerapannya dilingkungan kelurga, sekolah, dan masyarakat” di Jakarta, (Kompas, 1 november 2010). Pendidikan kita mengarah pada system kebuadayaan pasti tidak akan tergoyah dengan kekuatan-kekuatan korporasi global yang mengutamakan kepentingan diri yang notabene dengan kekuatan financial.
Kita patut untuk mengapresiasi pejuang pendidikan, khususnya Ki Hadjar Dewantara, pendidikan utamanya adalah diharapakan bahwa pendidikan mengharapakan kepada anak-anak mengisi kemerdekaan, ketika terlepas dari penjajah belanda. Untuk mengisi kemerdekaan, perluh memiliki kekuatan-kekuatan baru. Kekuatan-kekuatan itu terjadi ketika kita belajar dengan berbasis budaya. Dimana disana diajarkan kekuatan-kekuatan tersebut, sehingga tidak tergoda dengan hal-hal yang bisa menerumuskan diri maupun banyak orang. Pendidikan keluarga juga sangat penting untuk menumbuhkan benih-benih pemimpin yang mengutamakan kebenaran. (Frans/co Administrator)
Senin, 18 Oktober 2010
DINAMIKA POLITIK (PEMILU) PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG
Lebih pada peran kabupaten ini dalam berbagai sekmen kehidupan dalam maupun luar negeri. Sekmen-sekmen itu meliputi menangulangi kemiskinan, baik dari segi pendidikan, kesehatan, ekonomi. Diakhir-akhir ini telah beredar isu penyebaran penyakit mematikan yang tidak ada obatnya yaitu AIV/AIDS di pegunungan bintang yang setiap tahun semakin meningkat (data belum disampaikan). Seorang pemimpin yang tegas dan loyalitas pemimpin yang tinggi, pekah terhadap berbagai tantangan, memaksimalkan waktu dan luang untuk berinterkasi dan bertindak dengan masyarakat sekitarnya adalah harapan seluruh masyarakat aplim apom. Maka seorang pemimpin harus royal terhadap dinamika sosial yang berada di administrative kabupaten pegunungan bintang.
Diakhir-akhir ini enam kandidat terkuat yang lolos perifikasi dari ketentuan umum KPU, telah memulai kampanye besar-besaran di seluruh pelosok tanah adat Aplim Apom. Dari barat, wilayah ketengban menuju ke daerah utara (wilayah) Batom, beralih ke timur (wilayah) perbatasan okyop dan sekitarnya dan beralih ke daerah selatan (wilayah) Iwur, waropko,kambom dan sekitarnya. Tidak ketinggalan para kandidat bersihkeras untuk menyewah Heli dan maupun pesawat terbang untuk mendarat di kampong-kampung. Semua itu kepentingan untuk mendapatkan suara agar bisa menduduki kursi terhormat. Semua yang dikampayekan seakan-akan bisa dapat terwujud dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Sehingga masyarakat terharu dengan kata-kata yang dikeluarkan oleh para korporat itu. Bahkan sebagian besar masyarakat membuka koteka yang dipakainya untuk mengkampayekan demi segelintir orang. Melupakan diri dan keluarganya. Memang itulah politik. Namun dibalik itu, tidak menyadarkan diri bahwa saya berpolitik dalam konteks apa?.. dan ucapan apa yang saya sampaikan kepada konsumsi politik.
Banyak fenomen yang terjadi selama berkampaye. Fenomena-fenomena itu meliputi terbelahnya keluarga di kubu kandidat, kebutuhan ekonomi tidak terpenuhi, keluarga kacau. Sehingga terjadi kofilik internal antara keluarga dekat. Berikut ini dijelaskan berbagai fenomena yang terjadi selama kampanye sedang berlangsung.
Bidang Ekonomi
Masalah pokok yang harus dipenuhi oleh keluarga adalah masalah ekonomi. Paling tidak sebuah keluarga harus memenuhi kebutuhan pokok (primer) dan setelah kebutuhan primer terpenuhi, maka bisa memikirkan untuk kebutuhan sekunder (kebutuhan tambahan). Namun semua itu tidak dipikirkan oleh masyarakat, lebih khusus keluarga yang mereka tinggal di ibukota kabupaten karena dipicu dengan adanya politik. Kini keluarga tersebut melarat akibat kelaparan. Tidak memikirkan kepentingan keluarga, tetapi mementingkan kepentingan orang lain melalui kampanye. Sebagai kepala keluarga seharusnya membeli kebutuhan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Akibat dari acara pesta demokrasi sebagian masyarakat mengeluh karena kelaparan. Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang mama kampong Aldom (15/10) malam ketika salah seorang administartor menghubungi telpon selurernya kemarin malam. Ia mengatakan bahwa “kami disini kelaparan karena tidak ada makanan. Bahan makanan sudah habis”. Ketika ditanya mengapa bahan makanan habis, lebih lanjud ia mengatakan bahwa “ selama ini kami mengikuti kampanya jadi tidak sempat menyiapkan bama”ucapnya.
Bidang Keluarga
Bidang keluarga sangat penting dalam ketentraman dan kenyamanan, dalam merangkul dan membangun keluarga yang kokoh. Pondasi dasar untuk membentuk diri menuju manusia yang seutuhnya berwal dari keluarga. Dimana disana seseorang dibentuk untuk mengalami dan merubah melalui tindakan konkirit menuju suatu perubahan. Suatu perubahan adalah proses belajar, karena tindakan perubahan dari tidak tau menjadi tau. Tindakan ini pasti dialami oleh setiap manusia.
Perkembangan seseorang semakin jauh untuk memilih meninggalkan (menjauhkan) dari orang tua dan atau sanak saudara. Seseorang mengalami perubahan ini berarti sudah memiliki kedewasaan. Dimana harapannya untuk membuat keputusan sendiri dan bertindak serta mempertanggungjawabkan adalah hal dasar yang harus dipelajari oleh seorang pendewasa.
Berkaitan dengan itu, jangan pernah meninggalkan orang tua, sanak saudara, om, tete, nenek dan masyarakat sekitarnya. Namun beda dengan masyarakat papua sekarang ini. Dengan adanya otonomi khusus ini, namanya keluarga hilang begitu saja tanpa ada jejak dan aliran keluarga yang diturunkan oleh nenek moyang mereka. Otonomi mengugah kepribadian dan ketatanan social masyarkat setempat. Hancur dalam waktu yang singkat dari berbagai segi. Diantaranya pudarnya moral, integirtas, martabat orang papua dan menghilangnya kekerabatan orang papua yang dikatakan rasa social yang tinggi itu. Banyak fenomena yang terjadi akhir-akhir ini berkaitan dengan bergulirnya pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah di seluruh tanah papua.
Banyak persoalan yang terjadi ketika pemilihan berlangsung. Keluarga dekat berjatuhan, konfilik antara suku berkepanjangan, melebarnya kemiskinan, penindasan dan lainnya. Semua itu terjadi karena adanya politik untuk meraih satu kursi terhormat.salah satu kerusuhan yang terjadi adalah pada saat pemilihan kepala daerah dan wakilnya di kabupaten sarmi. Dimana para pendukung kandidat saling perang dan akhirnya menelan korban jiwa di kubu kedua belah pihak. Untuk mengulangi pencoblosan akan dilakukan pada tanggal 18 besok. Laporan itu disampaikan oleh salah seorang mahasiswa USTJ yang hendak mengunjungi keluarganya di perbatasan kabupaten sarmi dan jayapura.
Tanda-tanda konfilik keluarga antara fertikal maupun horizontal, kini terjadi di pegunungan bintang. Semua ini terjadi karena kegoncangan politik (pemilihan umum) di daerah ini. Ada humor yang beredar di seluruh masyarakat bahwa di sisi keluarga kandidat juga terpecah bela. Ada yang mendukung kandidat yang lain. Misalnya hal tersebut disampaikan oleh teman saya di jayapura bahwa “sebagian keluarga calon kandidat Kostan Oktemka mendukung Theo Sitokdan dan sebaliknya. Sehingga keharmonisan kelurga tidak stabil. Apa lagi, pada saat pemilihan dan pengumuman hasil pemilihan umum. Apa yang terjadi, kita lihat saja.
Sikap Tangkap Mahasiswa Terhadap Fenomena ini
Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat ilmiah harus melihat secara professional. Bertindak secara hukum. Melakukan pendekatan terhadap masyarakat dan menyadarkan situasi ini. Dengan melakukan langkah ini pasti akan memulihkan keadaan. Sebagai seorang idipenden mampu bekerja dan menyampaikan secara benar dan terarah pada posisi yang tepat. Sehingga pada akhirnya mampu membangkitkan jiwa demokrasi di lingkungan masyarakat. Mahasiswa mampu mengontrol peraktek-peraktek yang tidak benar, dilakukan oleh kegelintir orang yang notabene dengan kepentingan pribadi. Menyewa orang untuk menggulingkan orang lain dengan melakukan kejahatan. Hal semacam ini dikontrol oleh seorang mahasiswa yang indipenden. Mahasiswa Aplim Apom yangpeduli terhadap kententeraman dan kedamaian diantara sesama, perluh mengambil sikap dari awal sebelum kejadian fatal yang dilakukan seperti di kabupaten lain.
Sayangnya jika, seorang mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya sebagai utusan mahasiswa Pegunungan Bintang untuk mengotrol situasi paskah bergulirnya politik di pegunungan bintang. Tau-tau sudah dapat suap dari seorang korporat demokrasi. Hal semacam ini perluh disikapi oleh mahasiswa.
Memang benar kalo bicara tentang politik (PEMILU) seluruh masyakat pegunungan bintang terharu dan terpesona dengan isu politik. Seakan-akan berpolitik adalah sudah melekat sejak lahir. Baik itu orang tua, orang buta, masyarakat umum, pelajar, mahasiswa meninggalkan kekiatan pokoknya dan beralih ke panggung perpolitikan. Seorang pelajar meninggalkan bangku studinya untuk berkampanye. Seorang nenek bangkit dari tempat ranjangnya untuk bekampanye guna untuk meloloskan bosnya. Hal ini bagus tetapi perluh melihat diri secara sadar dan opjektif untuk melangkah lebih lanjut. (Frans/co administrator Wesite Komapo)
KEBIJAKAN KAMPUS MAHASISWA TIDAK MELIBATKAN
Kebijakan kampus selama ini tidak melibatkan mahasiswa untuk mengambil keputusan. Dimana peran mahasiswa dalam keluarga kampus, akhir-akhir ini semakin hilang dan akan dihilangkan. Pada hal mahasiswa adalah bagian dari warga kampus, yang seharusnya mengakomodir aspirasi atau pendapat mahasiswa melalui lembaga terkait, guna untuk pengembangan dan kesejahteraan kampus di masa mendatang. Salah satu contoh kongkrit yang akhir-akhir ini menjadi keluhan mahasiswa adalah keputusan pengelolah kampus menyangkut biaya per SKS setiap tahun semakin meningkat. Hal ini sangat ironis, karena tidak semua mahaiswa yang kuliah di universitas, penghasilan orang tuanya kalangan ekonomi atas. Maka sebaiknya harus dipertimbangkan oleh universitas, sebelum mengambil keputusan sehingga ada transpransi dalam perkuliahan di kampus.
Hal ini untuk mengantisipasi kecemburuan social, dalam hal biaya kuliah. Keputusan kampus adalah hak mutlak,namun hal itu bisa membatasi seorang siswa yang ingin kuliah di universitas yang diinginkan. Setiap orang layak untuk mendapatkan pendidikan (paling tidak menyelesaikan pendidikan S1), namun bisa dibatasi oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan profit, sehingga mahasiswa (siswa) bisa mengundurkan diri dari cita-citanya karena menyangkut biaya yang melambung tinggi.
Apa lagi pemerataan dalam pembagian beasiswa untuk orang berprestasi tidak pada sasaran. Pemerintah mencangkan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu secara ekonomi, namun hal itu tidak dipungkiri oleh pengelola kampus. Pembagiannya tidak pada sasaran, malah diberikan kepada mereka (mahasiswa) yang penghasilan orang tuanya lebih tinggi secara ekomi.
Selain meningikan biaya, beberapa perguruan tinggi akhir-akhir ini memprogramkan enam hari kerja. Hal ini merupakan salah satu bentuk kekuasaan (penindasan) oleh pihak-pihak terkait terhadap mahasiswa. Program enam hari kerja ini juga tidak melibatkan mahasiswa. Hanya membuat keputusan oleh para korporat kampus. Membatasi hak mahasiswa dalam hal berorganisasi dan berkreasi dengan memadatkan jadwal kuliah.
Beberapa mahsiswa pendidikan ekonomi USD mengeluh karena ruang kuliah terbatas. Hal tersebut disampaikan pada saat jejak pendapat antara mahasiswa PAK dan PE dengan para pengajar (dosen) beberapa bulan yang lalu di hall Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Mereka mengeluh karena kuato ( bangku dan meja) yang disiapkan oleh universitas terbatas, sedangkan mahasiswa belebihi persediaan. Kemanakah uang kuliah yang dibayarkan oleh mahasiswa? Dengan tariff pembayan setiap angkatan (tahun) meningkat. Hal ini perluh diperhatikan oleh pengelola universitas.
Hal ini untuk mengantisipasi kecemburuan social, dalam hal biaya kuliah. Keputusan kampus adalah hak mutlak,namun hal itu bisa membatasi seorang siswa yang ingin kuliah di universitas yang diinginkan. Setiap orang layak untuk mendapatkan pendidikan (paling tidak menyelesaikan pendidikan S1), namun bisa dibatasi oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan profit, sehingga mahasiswa (siswa) bisa mengundurkan diri dari cita-citanya karena menyangkut biaya yang melambung tinggi.
Apa lagi pemerataan dalam pembagian beasiswa untuk orang berprestasi tidak pada sasaran. Pemerintah mencangkan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu secara ekonomi, namun hal itu tidak dipungkiri oleh pengelola kampus. Pembagiannya tidak pada sasaran, malah diberikan kepada mereka (mahasiswa) yang penghasilan orang tuanya lebih tinggi secara ekomi.
Selain meningikan biaya, beberapa perguruan tinggi akhir-akhir ini memprogramkan enam hari kerja. Hal ini merupakan salah satu bentuk kekuasaan (penindasan) oleh pihak-pihak terkait terhadap mahasiswa. Program enam hari kerja ini juga tidak melibatkan mahasiswa. Hanya membuat keputusan oleh para korporat kampus. Membatasi hak mahasiswa dalam hal berorganisasi dan berkreasi dengan memadatkan jadwal kuliah.
Beberapa mahsiswa pendidikan ekonomi USD mengeluh karena ruang kuliah terbatas. Hal tersebut disampaikan pada saat jejak pendapat antara mahasiswa PAK dan PE dengan para pengajar (dosen) beberapa bulan yang lalu di hall Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Mereka mengeluh karena kuato ( bangku dan meja) yang disiapkan oleh universitas terbatas, sedangkan mahasiswa belebihi persediaan. Kemanakah uang kuliah yang dibayarkan oleh mahasiswa? Dengan tariff pembayan setiap angkatan (tahun) meningkat. Hal ini perluh diperhatikan oleh pengelola universitas.
KEHILANGAN BARANG; SALAH SIAPA?
SLEMAN-Bapak Supangat (40), satpam Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Beliau sudah menjadi satpam Di Kampus ini sejak Tahun 2001. Selama beliau menjaga keamanan di Kampus Mrican, banyak laporan kehilangan yang diterima. Beberapa bulan yang lalu juga dilaporankan bahwa salah satu mahasiswa kampus USD kehilangan barang di tempat parkir Kampus I. Hal ini sering terjadi setiap awal ajaran baru atau disaat akhir semester.
Menurut beliau “kehilangan barang terjadi karena si pemilik barang yang tidak menghargai barang miliknya sendiri”. Seringkali mahasiswa sembarangan menaruh helm atau barang- berharga lainnya di atas motor tanpa pengamanan. Hal tersebut yang membuat pelaku pencurian mudah untuk mengambil barang milik mahasiswa.
Sebenarnya, pihak kampus sudah mempunyai kebijakan untuk memberikan karcis pada setiap motor. Tujuan pemberian karcis sendiri ialah agar kendaraan yang keluar-masuk kampus dapat dipantau oleh penjaga tempat parkir. Namun, hal tersebut kurang dihiraukan oleh mahasiswa sehingga kehilangan barang tidak terhindarkan.
Sementara itu Monic (18) mahasiswi PBI berpendapat bahwa tak selamanya kehilangan barang itu salah dari pemilik barang tersebut. Nyatanya, helm milik korban yang sudah diamankan di jok motor dapat diambil dengan cara memotong talinya. Kejadian ini terjadi pada 22 september 2010. Dia mengaku bahwa ini kali pertama dia kehilangan barang di tempat parkir. Pada kasus ini, sebenarnya pencuri memang berniat untuk mengambil barang milik korban.
Kehilangan barang tidak seutuhnya tanggung jawab dari petugas keamanan karena mereka tidak hanya mengamankan sebagian kecil dari suatu tempat. Namun, mereka bertanggung jawab akan keamanan dari seluruh tempat. Di lain pihak, kita juga tidak bisa menyalahkan pemilik barang karena pemilik barang sebenarnya sudah mencoba mengantisipasi kehilangan barang tersebut. Jika kita menuntut ganti rugi dari kampus, itu juga tidak mungkin dilakukan. Karena, kampus sudah memberikan kebijakan-kebijakan yang sekiranya dapat membuat situasi keamanan di kampus dapat terjaga.
Jumat, 15 Oktober 2010
MAHASISWA PAK & PE USD KUPER DI SEMARANG
YOGYAKARTA-Mahasiswa/wi program studi pendidikan akuntansi dan pendidikan ekonomi universitas Sanata Dharma Yogyakarta mengunjungi beberapa perusahaan di semarang (13/10). Panitia kunjungan perusahaan memberitaukan jauh sebelumnya menyangkut jadwal keberangkatan, ketentuan-ketentuan peserta kuper 2010, sehingga semua itu disiapkan oleh peserta. Pukul 05 pagi rombongan bergegas-gegas berkumpul di realino. Waktu pukul 5.30 peserta kunjungan perusahaan masuk ke masing-masing bus sesuai dengan pembagian kelompok kunjungan perusahaan. Lima kelompok mengunjungi perusahaan PT SidoMuncul dan PT Indofot di semarang. Lima kelompok tersebut yang dikoordinir oleh ketua kelompok Nawang mahasiswi pendidikan Akuntansi mengimbau kepada anggotanya untuk “menjaga almameter USD dan lebih khusus menjaga diri masing-masing individu sehingga dalam kunjungan dapat terlaksana dengan selamat dan pulang juga dengan selamat” ucapnya.
Bus tiga melaju dengan kecepatan tinggi, menyusuri jalan raya yogya-semarang. Sekitar pukul 9.00 peserta tiba di lokasi tujuan. Perusahaan pertama yang dikunjungi adalah perusahaan PT SidoMuncul yang berlokasi di Unggaran Jawa Tengah. Perserta diterima oleh petugas. Dalam penjelasannya petugas menyatakan bahwa “perusahaan ini induknya berkedudukan kota Semarang sedangkan yang ini adalah cabangnya, sehingga bapak direktur tidak sempat di sini, beliau berada di kantor pusat. Sehingga dalam penjelasan diamandatkan kepada kami untuk membimbing dan menjelaskan kepada Anda untuk bisa mengetahui kinerja perusahaan, jumlah perkerja, serta berapa barang di produksi” ucapnya bapak dalam kata sambutannya.
Lebih lanjud ia mengantar peserta, menjelaskan proses produksi dari mendatangkan barang mentah, proses pembersihan, pengupasan, penjilitan, dan tahap proses jadi dan lain-lainnya. Pertama dijelaskan mengenai bahan-bahan mentah yang harus disiapkan, adalah sebanyak 160 jenis bahan. Kami datangkan dari berbagai daerah di jawa dan maupun di luar jawa. Salah satu dari beberapa jenis bahan adalah jahe yang khususnya untuk memproduksi tolak angin. Barang atau jenis produk yang diproduksikan antara lain tolak angin, kuku bima, Este-emje, dan lainnya.
Memasuki ruang produksi para pekerja sedang sibuk memproduksi. Selain melalui tenaga mesin juga melalui tenaga manusia. Dengan tenaga manusia prosesnya adalah memotong hasil produk, memasukan ke dalam pelastik sebanyak 4 bungkus lalu dimasukan kedalam kardus. Setelah mengelilingi gedung mulai dari ruang penyimpanan barang, ruang pembersihan, ruang pengujian, ruang penggilingan, ruang perpustakaan, ruang penelitian bahan-bahan, peserta mengunjungi tempat perhistirahatan. Disana peserta bersama pengarah istirahat sambil diskusi. Pengarah memberikan kesempatan untuk berdialok dan memberikan beberapa pertanyaan untuk dijawab atau ditanggapi oleh perwakilan pengelola perusahaan. Seusai diskusi, kata penutup ditutup dengan sebuah pantun yang dibawakan oleh pengarah, dan ditutup dengan ucapan terimakasih dari pihak universitas.
Waktu menunjukan pukul 12.00 peserta mengunjungi PT Indofoot di semarang. Disana peserta diterima oleh staf direksi perusahaan indofoot. Dalam penjelasannya perusahaan ini berdiri dan memproduksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen di seluru Indonesia maupun dunia. Perusahaan ini kini berkembang ke seluruh dunia. Sampai sekarang ini 150 negara yang kami pasarkan. Beberapa macam barang kebutuhan yang kami produksi antara lain supermi, mi instan, bimoli, indomi,kecap dan lainnya. Seusai penjelasan peserta diajak untuk melihat secara dekat mengenai proses produksi. Selai kunjungan peserta pulang ke rumah makan. Disana seluruh kelompok berkumpul dan makan bersama dengan dosen pendamping. Peserta kuper sekitar 150 mahasiswa makan di rumah makan oleh-oleh. Sehabis makan peserta berangkat ke jogyakarta.(Frans)
Rabu, 06 Oktober 2010
KEMANA PARA GURU PEGUBIN???
Perkembangan pembangunan yang semakin pesat dan pemekaran terjadi dimana-mana di wilayah adminitratif kabupaten pegunungan bintang, yang membuat para guru tidak bisa tahan untuk mengapdi menjadi guru tetapi kini berbelok ke dunia yang penuh kemewahan. Namun itu semua harap dimaklumi karena sumber daya manusia pada waktu itu belum siap, sehingga sebagai anak asli daerah mau dan tidak mau harus menjadi camat. Untuk mau menggantikan para guru yang menjadi capat, pemda kini tengah mengirim mahasiswa untuk kuliah di luar papua khususnya bagi calon guru. Sekita 30-an guru sekarang sedang kuliah di USD (Universitas Sanata Dharma yogyakart). Para calon guru ini dipersiapkan untuk membangun tanah papua khususnya di pegunungan bintang. Mereka mendalami mata kuliah di berbagai program studi diantaranya pendidikan bahasa ingiris, pendidikan ekonomi, pendidikan akuntasi, pendidikan biologi, pendidikan sejarah, pendidikan bimbingan konseling, pendidikan bahasa Indonesia dan sastra daerah, pendidikan agama katolik, pendidikan guru sekolah dasar (PGSD). Semua itu dengan harapan bahwa nantinya siap membekap anak-anak pegunungan bintang di 15-20 tahun mendatang. Dengan perhitungan panjang bahwa sentral pengembangan pendidikan papua berkedudukan di jantung ibukota kabupaten pegubin atau tempat strategi lainnya. (frans kasipmabin)
Selasa, 05 Oktober 2010
EXPO DAN MALAM INAGURASI MABA 2010 KAMPUS SATU USD
YOGYAKARTA-Pada hari saptu tanggal 14 Agustus 2010 di Universitas Sanata Dharma mengadakan kegiatan expo dan malam inagurasi mahasiswa baru 2010. Selama dua minggu memulai kegiatan yang didampingi oleh panitia INSADHA 2010. Pukul 7 .00. para maba diwajibkan untuk mendaftarkan di unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang diselenggarakan oleh BEMU USD di kampus satu mirican Yogyakarta. Sekitar 500-an mahasiswa baru memulai pendaftran disetiap UKM. Jenis UKM yang di promosikan adalah koperasi mahasiswa (KOPMA), pengapdian masyarakat (PM), natas, kerohanian, paduan suara mahasiswa, taikondow, krate, sepakbola, menwa dan beberapa UKM lainya. Berdasarkan pemantaun administrator websaite komapo para maba yang berminat disetiap ukm adalah fipti-fpiti. Menginggat lembaga-lembaga ini sangat penting bagi mahasiswa, maka wajib mendaftar sesuai dengan kebutuhan pribadi. Semua UKM yang ditawarkan sama kualitasnya.
Misalkan kami wawancara dengan UKM pengapdian masyarakat dalam penyampaiannya coordinator mengatakan bahwa “UKM ini merupakan salah satu UKM yang mewadahi para mahasiswa untuk mendedikasikan dirinya kepada masyarakat. Dijelaskan juga bahwa UKM pengapdian masyarakat lahir pada tanggal 28 oktober 2000. Dengan moto “ad maiorem popual gloriam (demi kemuliaan rakyat yang lebih besar)”. UKM ini selalu berusaha untuk memberikan kotribusi bagi masyarakat melalui kerja-kerja nyata di masyarakat. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan UKM ini seperti bakti social, pengajaran untuk anak-anak kurang mampu, live in, dan berbagai kegiatan lainnya. Disini adalah tempat bagi kalian yang ingin benar-benar memberikan kontribusi bagi masyarakat. Sekecil apapun hal yang kalian berikan bagi orang lain pasti akan menghasilkan perubahan yang besar bagi kalian dan dunia. Untuk itu marilah kita mulai hal kecil itu bersama kami dalam ukm ini. Langkah itu akan kami mulai pada pertemuan perdana yang kami selenggarakan pada tanggal senin, 23 agustus 2010 di belakang gedung BAA pukul 15 00 wib” ucap Angell. (Frans).
Misalkan kami wawancara dengan UKM pengapdian masyarakat dalam penyampaiannya coordinator mengatakan bahwa “UKM ini merupakan salah satu UKM yang mewadahi para mahasiswa untuk mendedikasikan dirinya kepada masyarakat. Dijelaskan juga bahwa UKM pengapdian masyarakat lahir pada tanggal 28 oktober 2000. Dengan moto “ad maiorem popual gloriam (demi kemuliaan rakyat yang lebih besar)”. UKM ini selalu berusaha untuk memberikan kotribusi bagi masyarakat melalui kerja-kerja nyata di masyarakat. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan UKM ini seperti bakti social, pengajaran untuk anak-anak kurang mampu, live in, dan berbagai kegiatan lainnya. Disini adalah tempat bagi kalian yang ingin benar-benar memberikan kontribusi bagi masyarakat. Sekecil apapun hal yang kalian berikan bagi orang lain pasti akan menghasilkan perubahan yang besar bagi kalian dan dunia. Untuk itu marilah kita mulai hal kecil itu bersama kami dalam ukm ini. Langkah itu akan kami mulai pada pertemuan perdana yang kami selenggarakan pada tanggal senin, 23 agustus 2010 di belakang gedung BAA pukul 15 00 wib” ucap Angell. (Frans).
MENEMUI SORANG RAJA DI HUTAN BELANTARA
Memasuki liburan panjang pada bulan juni-juli dan agustus,ketika itu teman-teman bangku kuliah saya hendak berlibur ke daerah masing-masing. Teman-teman yang datang dari luar pulau jawa selama ini kuliah di tanah jawa khususnya Yogyakarta berkemas-kemas untuk meninggalkan kota Yogyakarta dalam beberapa bulan saja. Selama dua tahun saya pulang balik diantara kos dengan kampus yang menguras otak dan dompet kantong yang isinya berupa koin karat yang ditipkan oleh pemerintah Pegunungan Bintang. Memasuki liburan panjang tepatnya pada hari esok,teman-teman angkatan saya pergi ke papua tanpa ada informasi yang menitipkan lewat HP dan atau lewat teman.
Satu minggu kemudian sayapun meninggalkan kota Yogyakarta dengan pesawat Laion Air yang menerbangkan saya ke tempat dimana dua tahun lalu saya telah meninggalkannya. Tidak terasa saya tiba di gubuk yang dulu saya bangun dan tinggal bersama teman-teman SMA saya. Dua hari telah lewat bersama gubuk tua yang saya bangun tiga tahun yang lalu. Saya pun bergemas untuk meninggalkan kota untuk pergi ke kampong halaman bersama beberapa bapa-bapa yang hendak berangkat ke kampong ketika itu mereka libur ke kota. Pada pukul dua siang saya tiba di kampong menemui kedua orang tua ku. Sayapun menceritakan pengalaman saya ketika study di kota selama mengenjam pendidikan.
Pagi hari yang cerah mejelang petang saya hendak menemui seorang bocah yang kurus rambutnya keriting tidak semuannya tumbuh di kepala boca itu. Sekeliling kepala hitam terdapat sejumlah gumpalan debu yang menghiasi rambut yang tidak subur. Tidak ketinggalan Ingus yang berwarna putih bercampur keitaman mengalir lewat kedua lobang hidung tidak henti-hentinya, bagaikan air sungai yang mengalir tanpa batas. Perut besar terisi oleh sejumlah bala tentara yang mengancam seluru isi perut bahkan menghabiskan segala makanan yang dikunya oleh si boca itu. Bunyi –binyi cacing bisa terdengar suaranya sejarak 5-10 meter dari tempat ia berada. Petatas bakar tadi pagi ia makan sudah dihabiskan oleh si jahat. Tidak ada air yang ia minum, apa lagi kedua orang tuanya kini tua,tidak bisa menyiapkan kebutuhan hidupnya.
Dibelakang punggung ditemani dengan tas kumuh yang robek. Tempat robek dijahit dengan tali penyambung. Tas itu berisi sekumpulan kertas robek yang ia pungut dari belakang rumah seorang guru asli tamatan PGSD, ketika guru tersebut berbulan-bulan tiggal di kota, tanpa peduli dengan murid-murid yang diajarinya. Dasar tas itu terdapat pensil patah yang karat. Pensil yang ia bawah, dikorok dengan parang ayahnya sehingga mata pensil itu tajam. Selama ia jalan ke mana saja ia membawa tasnya. Baik ke kebun maupun mau tidur ditemani dengan tas kumuh kesayangannya. Si boca yang tidak mau menyebutkan namanya itu menyayangi tas robek tersebut karena hadia dari ayah, ketika itu ayah hendak pergi menemui anak perempuannya yang nikah dengan seorang pegawai pemerintahaan desa di salah satu kampong wilayah Pegunungan Bintang. Dalam perjalanan ia menempuh dua hari-dua malam karena atas permintaan anak bungsunya. Sesampai di kampong ayah hendak menemui anak putrinya, tetapi sudah satu bulan lebih mereka berangkat ke kota. Rumah tersebut tidak ada orang yang menjaganya, terpaksa ia membuka pintu rumah yang diikat dengan tali.
Pagi hari ia bangun lalu berfikir bahwa kalau saya pergi tanpa memenuhi permintaan anak bungsuku pasti akan menagis atau membuat suatu perbuatan yang tidak baik bagi keluarga ataupun bisa menghilangkan nyawanya sendiri. Dengan demikian saya mengambil tas robek yang ada di tempat sampah belakang rumah. Sesudah ambil saya pergi ke kampong halaman untuk menjawab permintaan anak kandung saya” kata orang tua tersebut yang seluruh tubuhnya tidak ada gaging hanya kulit kering yang melekat pada tulang. Ketika ayah membawa tas robek tersebut anak kandungnya sangat bergembira. Mengapa ia sangat bergembira lebih lanjutia menjelaskan bahwa “karena pada bulan juni-juli saya akan masuk sekolah bersama dengan orang lain” katanya. Ditanyakan mengapa kamu mau sekolah? Ia menjawab dengan sederhana “saya mau sekolah sampai saya menjadi raja” kata bocah tersebut. Kamu tau kata raja dari siapa? Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa “saya tahu dari kakak yang sekolah mereka menceritakan sebuah cerita dongeng. Kapan kamu mau sekolah? Ucapnya “ kalo anak-anak lain masuk ke skolah saya juga ikut masuk sekolah, selama ini kan mereka libur baru datang ke kampong, seandainya mereka pergi sekolah saya akan mengikuti dari belakang ke kota (kampong ) pusat pemerintahan desa, ” katanya sambil menelan segumpal ingus. (Frans/ktpn dr wcr sorg mhswa)
Satu minggu kemudian sayapun meninggalkan kota Yogyakarta dengan pesawat Laion Air yang menerbangkan saya ke tempat dimana dua tahun lalu saya telah meninggalkannya. Tidak terasa saya tiba di gubuk yang dulu saya bangun dan tinggal bersama teman-teman SMA saya. Dua hari telah lewat bersama gubuk tua yang saya bangun tiga tahun yang lalu. Saya pun bergemas untuk meninggalkan kota untuk pergi ke kampong halaman bersama beberapa bapa-bapa yang hendak berangkat ke kampong ketika itu mereka libur ke kota. Pada pukul dua siang saya tiba di kampong menemui kedua orang tua ku. Sayapun menceritakan pengalaman saya ketika study di kota selama mengenjam pendidikan.
Pagi hari yang cerah mejelang petang saya hendak menemui seorang bocah yang kurus rambutnya keriting tidak semuannya tumbuh di kepala boca itu. Sekeliling kepala hitam terdapat sejumlah gumpalan debu yang menghiasi rambut yang tidak subur. Tidak ketinggalan Ingus yang berwarna putih bercampur keitaman mengalir lewat kedua lobang hidung tidak henti-hentinya, bagaikan air sungai yang mengalir tanpa batas. Perut besar terisi oleh sejumlah bala tentara yang mengancam seluru isi perut bahkan menghabiskan segala makanan yang dikunya oleh si boca itu. Bunyi –binyi cacing bisa terdengar suaranya sejarak 5-10 meter dari tempat ia berada. Petatas bakar tadi pagi ia makan sudah dihabiskan oleh si jahat. Tidak ada air yang ia minum, apa lagi kedua orang tuanya kini tua,tidak bisa menyiapkan kebutuhan hidupnya.
Dibelakang punggung ditemani dengan tas kumuh yang robek. Tempat robek dijahit dengan tali penyambung. Tas itu berisi sekumpulan kertas robek yang ia pungut dari belakang rumah seorang guru asli tamatan PGSD, ketika guru tersebut berbulan-bulan tiggal di kota, tanpa peduli dengan murid-murid yang diajarinya. Dasar tas itu terdapat pensil patah yang karat. Pensil yang ia bawah, dikorok dengan parang ayahnya sehingga mata pensil itu tajam. Selama ia jalan ke mana saja ia membawa tasnya. Baik ke kebun maupun mau tidur ditemani dengan tas kumuh kesayangannya. Si boca yang tidak mau menyebutkan namanya itu menyayangi tas robek tersebut karena hadia dari ayah, ketika itu ayah hendak pergi menemui anak perempuannya yang nikah dengan seorang pegawai pemerintahaan desa di salah satu kampong wilayah Pegunungan Bintang. Dalam perjalanan ia menempuh dua hari-dua malam karena atas permintaan anak bungsunya. Sesampai di kampong ayah hendak menemui anak putrinya, tetapi sudah satu bulan lebih mereka berangkat ke kota. Rumah tersebut tidak ada orang yang menjaganya, terpaksa ia membuka pintu rumah yang diikat dengan tali.
Pagi hari ia bangun lalu berfikir bahwa kalau saya pergi tanpa memenuhi permintaan anak bungsuku pasti akan menagis atau membuat suatu perbuatan yang tidak baik bagi keluarga ataupun bisa menghilangkan nyawanya sendiri. Dengan demikian saya mengambil tas robek yang ada di tempat sampah belakang rumah. Sesudah ambil saya pergi ke kampong halaman untuk menjawab permintaan anak kandung saya” kata orang tua tersebut yang seluruh tubuhnya tidak ada gaging hanya kulit kering yang melekat pada tulang. Ketika ayah membawa tas robek tersebut anak kandungnya sangat bergembira. Mengapa ia sangat bergembira lebih lanjutia menjelaskan bahwa “karena pada bulan juni-juli saya akan masuk sekolah bersama dengan orang lain” katanya. Ditanyakan mengapa kamu mau sekolah? Ia menjawab dengan sederhana “saya mau sekolah sampai saya menjadi raja” kata bocah tersebut. Kamu tau kata raja dari siapa? Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa “saya tahu dari kakak yang sekolah mereka menceritakan sebuah cerita dongeng. Kapan kamu mau sekolah? Ucapnya “ kalo anak-anak lain masuk ke skolah saya juga ikut masuk sekolah, selama ini kan mereka libur baru datang ke kampong, seandainya mereka pergi sekolah saya akan mengikuti dari belakang ke kota (kampong ) pusat pemerintahan desa, ” katanya sambil menelan segumpal ingus. (Frans/ktpn dr wcr sorg mhswa)
MENEMUI SORANG RAJA DI HUTAN BELANTARA
Memasuki liburan panjang pada bulan juni-juli dan agustus,ketika itu teman-teman bangku kuliah saya hendak berlibur ke daerah masing-masing. Teman-teman yang datang dari luar pulau jawa selama ini kuliah di tanah jawa khususnya Yogyakarta berkemas-kemas untuk meninggalkan kota Yogyakarta dalam beberapa bulan saja. Selama dua tahun saya pulang balik diantara kos dengan kampus yang menguras otak dan dompet kantong yang isinya berupa koin karat yang ditipkan oleh pemerintah Pegunungan Bintang. Memasuki liburan panjang tepatnya pada hari esok,teman-teman angkatan saya pergi ke papua tanpa ada informasi yang menitipkan lewat HP dan atau lewat teman.
Satu minggu kemudian sayapun meninggalkan kota Yogyakarta dengan pesawat Laion Air yang menerbangkan saya ke tempat dimana dua tahun lalu saya telah meninggalkannya. Tidak terasa saya tiba di gubuk yang dulu saya bangun dan tinggal bersama teman-teman SMA saya. Dua hari telah lewat bersama gubuk tua yang saya bangun tiga tahun yang lalu. Saya pun bergemas untuk meninggalkan kota untuk pergi ke kampong halaman bersama beberapa bapa-bapa yang hendak berangkat ke kampong ketika itu mereka libur ke kota. Pada pukul dua siang saya tiba di kampong menemui kedua orang tua ku. Sayapun menceritakan pengalaman saya ketika study di kota selama mengenjam pendidikan.
Pagi hari yang cerah mejelang petang saya hendak menemui seorang bocah yang kurus rambutnya keriting tidak semuannya tumbuh di kepala boca itu. Sekeliling kepala hitam terdapat sejumlah gumpalan debu yang menghiasi rambut yang tidak subur. Tidak ketinggalan Ingus yang berwarna putih bercampur keitaman mengalir lewat kedua lobang hidung tidak henti-hentinya, bagaikan air sungai yang mengalir tanpa batas. Perut besar terisi oleh sejumlah bala tentara yang mengancam seluru isi perut bahkan menghabiskan segala makanan yang dikunya oleh si boca itu. Bunyi –binyi cacing bisa terdengar suaranya sejarak 5-10 meter dari tempat ia berada. Petatas bakar tadi pagi ia makan sudah dihabiskan oleh si jahat. Tidak ada air yang ia minum, apa lagi kedua orang tuanya kini tua,tidak bisa menyiapkan kebutuhan hidupnya.
Dibelakang punggung ditemani dengan tas kumuh yang robek. Tempat robek dijahit dengan tali penyambung. Tas itu berisi sekumpulan kertas robek yang ia pungut dari belakang rumah seorang guru asli tamatan PGSD, ketika guru tersebut berbulan-bulan tiggal di kota, tanpa peduli dengan murid-murid yang diajarinya. Dasar tas itu terdapat pensil patah yang karat. Pensil yang ia bawah, dikorok dengan parang ayahnya sehingga mata pensil itu tajam. Selama ia jalan ke mana saja ia membawa tasnya. Baik ke kebun maupun mau tidur ditemani dengan tas kumuh kesayangannya. Si boca yang tidak mau menyebutkan namanya itu menyayangi tas robek tersebut karena hadia dari ayah, ketika itu ayah hendak pergi menemui anak perempuannya yang nikah dengan seorang pegawai pemerintahaan desa di salah satu kampong wilayah Pegunungan Bintang. Dalam perjalanan ia menempuh dua hari-dua malam karena atas permintaan anak bungsunya. Sesampai di kampong ayah hendak menemui anak putrinya, tetapi sudah satu bulan lebih mereka berangkat ke kota. Rumah tersebut tidak ada orang yang menjaganya, terpaksa ia membuka pintu rumah yang diikat dengan tali.
Pagi hari ia bangun lalu berfikir bahwa kalau saya pergi tanpa memenuhi permintaan anak bungsuku pasti akan menagis atau membuat suatu perbuatan yang tidak baik bagi keluarga ataupun bisa menghilangkan nyawanya sendiri. Dengan demikian saya mengambil tas robek yang ada di tempat sampah belakang rumah. Sesudah ambil saya pergi ke kampong halaman untuk menjawab permintaan anak kandung saya” kata orang tua tersebut yang seluruh tubuhnya tidak ada gaging hanya kulit kering yang melekat pada tulang. Ketika ayah membawa tas robek tersebut anak kandungnya sangat bergembira. Mengapa ia sangat bergembira lebih lanjutia menjelaskan bahwa “karena pada bulan juni-juli saya akan masuk sekolah bersama dengan orang lain” katanya. Ditanyakan mengapa kamu mau sekolah? Ia menjawab dengan sederhana “saya mau sekolah sampai saya menjadi raja” kata bocah tersebut. Kamu tau kata raja dari siapa? Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa “saya tahu dari kakak yang sekolah mereka menceritakan sebuah cerita dongeng. Kapan kamu mau sekolah? Ucapnya “ kalo anak-anak lain masuk ke skolah saya juga ikut masuk sekolah, selama ini kan mereka libur baru datang ke kampong, seandainya mereka pergi sekolah saya akan mengikuti dari belakang ke kota (kampong ) pusat pemerintahan desa, ” katanya sambil menelan segumpal ingus. (Frans/ktpn dr wcr sorg mhswa)
MENGUTAMAKAN PROBLEM BASED LEARNING
Dalam kehidupan kita dipengaruhi oleh sejumlah masalah. Masalah yang kerapkali timbul dalam didalam diri, kelompok, masyarakat, suku bangsa, dan tidak lain adalah Negara pun dihadapkan dengan berbagai macaam masalah. Dalam kehidupan sehari-hari masalah merupakan yang paling momok bagi kehidupan personal. Sering mengeluh karena dilanda permasalahan, baik permasalahan keluarga, masalah cinta, masalah jabatan, masalah pengetahuan, masalah dalam belajar akademik, maupun belajar mandiri sesuai dengan. Permasalahan pendidikan dalam hal pembelajaran sangat penting dibicarakan di berbagai akademisi di dunia. Masalah di dalam proses belajar dan mengajar di tanah papua pada umumnya dan pegunungan bintang pada khususnya belum juga terselesaikan. Dan dengan dasar masalah tersebut tidak menjadi motifasi sebagai pembelajar awal tetapi momok bagi belajar memperbaiki. Banyak masalah yang dihadapi oleh seorang pembelajar baik itu mahasiswa maupun pelajar. Untuk memperbaiki dari masalah lalu selama masih belajar di sekolah dasar, sekolah menegah pertama, sekolah menengah atas (SMA) sangat sulit untuk menyesuaikan di perguruan tinggi. Sekolah dasar dengan latar belakang pendidikan yang begitu ektrim dalam model-model kuno atau saman dulu, sangat berpengaruh pada proses belajar kuliah. Cara mengajar guru pedalaman papua sangat berbeda dengan cara belajar guru di pedalaman jawa. Mengapa hal itu sangat berbeda? Sebagai seorang pembelajar dengan dasar problem based learning bisa memecahkan dengan mengunakan beberapa dasar yang perluh diperhatikan terkait perbedaan belajar. Dengan langkah-langkah yang konkirit dan pendekatan-pendekatan yang akuntabel, sehingga bisa mengetahui dan bisa memecahkan persoalan belajar tersebut.
KOMAPO FC MENANG TIPIS ATAS TAMUNYA NABIRE FC 5-4
YOGYAKARTA-Sesuai dengan jadwal latihan, setiap hari kamis adalah hari latihan KOMAPO Korwil Yogyakarta di lapangan realino Universitas Sanata Dharma. Maka, pada hari kamis tanggal 5 agustus 2010 KOMAPO mengadakan persahabatan dengan Nabire Fc di lapangan realino USD. Sesuai dengan informasi yang diedarkan oleh ketua korwil, semua pemain komapo Fc berada di lapangan untuk pemanasan. Dari tim lawanpun mereka pemanasan . Wasit yang dipimpin oleh salah seorang dari teman lawan, meniup peluit bertanda babak pertama dimulai . Dalam permainan kedua keseblasan memainkan bolanya sesuai taktik dan irama permainan yang dimiliki oleh kedua tim. Pada menit ke 15 KOMAPO Fc menjebol gawang lawan yang dibuka oleh Akmin Kisamlu. Serangan balik yang dikordinir oleh Jhon mampu dipatakan oleh pemain belakang KOMAPO yang dikordinir oleh Yanuarius Kalakmabin. KOMAPO pun ditekan oleh tim lawan pada menit ke 25 Nabire FC mampu merobek gawang Agustinus Uropkan, sehingga kedudukan berubah menjadi 1-1. Pada menit ke 31 tim lawan mampu menjebol ke gawang Agus yang kedua kalinya 1-2. Permainan keraspun dilakukan oleh kedua tim pada menit ke 39 di cetak oleh Akis dan pada menit ke 44 di brong juga oleh Welly urpon yang menggantikan Amos. Kedudukan berubah menjadi 3-2 hingga turun minum.
Pada babak kedua dikubu KOMAPO FC menggantikan pemain diantaranya Emon, Antoni Ningmabin, beberapa pemain lainya. Wasit yang dipimpin oleh Theo Urpon meniup peluit bertanda babakkedua dimulai. Pada babak kedua ini KOMAPO Fc ditekan oleh tim lawan, hingga tidak berkutik,namun kedisiplinan Emon mampu meruba situasi. Kedua keseblasan saling serang dan saling mematahkan. Pada menit 60-an tim lawan merobek gawang pengganti KOMAPO Fc Maksimus Asiki. Komapopun tidak mau ketinggalan, pada menit berikutnya KOMAPO FC julukan gunung bintang merobek gawang lawan oleh Akis dan pada menit 64 oleh weli Urpon. Nabire FC mampu mencetak pada menit terakhir hingga peliuit berbunyi dengan skor 5-4. Seusai pertandingan kedua tim saling memegang tangan. Dikubu KOMAPO melakukan evaluasi dalam permainan. Pada kesempatan itu, ketua korwil Akis mengatakan kepada teman-temannya bahwa “kita sebentar lagi akan melakukan aktifitas kuliah maka sebaiknya kita melakukan seleksi betul-betul dan latihan serius”ucapnya. (Frans).
PENDIDIKAN MORAL DIUTAMAKAN DI BANGKU SEKOLAH
Persoalan paling sulit untuk dipecahkan oleh orang lain atau siapapun, memperbaiki bahkan semudah itu diselesaikan adalah masalah moral hidup (kepiribadian) seseorang. Persoalan moral dihiraukan oleh pihak-pihak yang mendidik seseorang dari kecil (orang tua) sampai pada tingkat sekolah maupun tingkat universitas (pengelola sekolah), sehingga dalam hidup ini tidak menemukan makna hidup yang sesuai citra yang diberikan Allah kepada kita. Kadang hidup tanpa ada tujuan yang jelas, walaupun persoalan yang dihadapi dan maupun membuat persoalan belum mengenal dengan jelas apa yang dibuatnya. Dengan demikian seseorang tumbuh menjadi dewasa yang memiliki integritas yang tidak jelas, sehingga membawa ke lembah hitam.
Kadang pemimpin Indonesia sering terjadi cap hitam dari masyarakat adalah karena mereka tidak memiliki (mendapatkan) pendidikan moral sejak masih sekolah maupun seketika mereka kuliah di perguruan tinggi, dengan demikian modal hidup dan modal pengapdian belum terbentuk yang menyebabkan persolan korupsi ini belum juga kunyung sembuh bahkan merebaknya korupsi baik di tingkat pemerintahan desa, pemerintahan distrik, kabupaten, dan provinsi . Banyak pemangku kepentingan di Negara ini para koruptor, para teroris mendapatkan hiba berupa meringankan beban yang ditangung. Sedangkan orang miskin yang kurang mampu yang tidak punya kekuatan mendapatkan hukuman sesuai undang-undang yang dilanggarkannya. Bagaimana mungkin hal ini terjadi demikian? Perluh ada ketegasan dari pihak-pihak terkait yang selama ini mengendalikan system yang ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan undang-undang yang belaku. Dengan harapan regenari kedepan bisa bebas dari korupsi. Tetapi pemimpin sekarang sering menambah masalah, menghiraukan undang-undang yang berlaku, kerja tidak berdasarkan mekanisme yang ada, sehingga ujung-ujungnya korupsi itu terjadi.
Pendidikan moral anak usia dini sangat penting untuk dilakukan karena beberapa tujuan mendasar yang perluh kita lihat yaitu untuk menerangkan hakikat kebaikan dan kejahatan kepada anak usia dini. Hal ini penting sebab, enta kita senag atau tidak dunia manusia dikuasai oleh gagasan-gagasan yang benar dan yang salah, yang baik dan yang jahat. Dalam makalahnya yang berjudul “mendampingi kaum muda lewat universitas” Romo Madya Utama SJ memaparkan: dalam sidang paripurna yang keempat tahun 1986, Federasi Konferensi-konferensi Wali Greja Asia (FABC) menyatakan bahwa kebanyakan kaum muda Asia yang merupakan 60% dari penduduk Asia sungguh mengalami berbagai macam penderitaan: perbudakan kebodohan, tuna aksara tidak memiliki keterampilan, pengangguran, ketidak-jelasan masa depan, tidak ada konsistensi antara mereka yang pelajari disekolah dan mereka saksikan hidup sehari-hari, gempuran materialisme dan konsumerisme, ideology kosong yang menyesatkan serta kemiskinan yang melilit dan tak terelakan. Semuanya ini bisa menyesatkan membawa kaum muda mencari penghiburan yang keliru: narkotika, tindak kekerasan minuman keras, seks sebelum menikah (seks bebas), kriminalitas, bunuh diri dll. Dengan demikian langka awal yang musti dilakukan adalah mendampingi kaum muda lewat universitas yang kita miliki.
Uraian di atas mengantarkan bahwa pendidikan moralitas bagi kaum muda sangat penting untuk dilakukan oleh pihak sekolah maupun universitas, agar kaum muda tidak mencari penghiburan, keliru, seks bebas sehingga moralitas daripada seseorang tersebut tercemar dalam moralitasnya. Dengan mengajarkan moralitas yang diselenggarakan oleh sekolah atau PT dalam bentuk apapun bisa mengantarkan mahasiswa maupun pelajar untuk menemukan jati-dirinya. Jati diri yang penting dalam hidup adalah menjadi citra dan mitra kerja Allah di dunia ini.(Frans/co administrator Website Komapo)
Langganan:
Postingan (Atom)